Sejarah Kota Pompeii yang Dipercaya Sebagai Kota Sodom
Kota Pompeii di Italia sempat menggegerkan para arkeolog dunia ketika pada hari selasa(25-05/2018) mereka menemukan beberapa kerangka manusia dengan posisi yang mengenaskan. Penemuan para arkeolog ini membuat dunia percaya jika kota Pompeii dulunya merupakan kota sodom yaitu kota kaum nabi Luth a.s yang diazab oleh Allah SWT. karena telah melakukan praktek penyuka sesama jenis.
Diperkirakan kota Pompeii atau Sodom itu telah dibinasakan oleh Allah SWT. dengan diledakannya gunung Vesuvius yang pada akhirnya menewaskan seluruh penduduk. Kaum nabi Luth dipercaya merupakan kaum pertama yang melakukan hubungan sesama jenis, sebagaimana itu merupakan perbuatan maksiat yang dilarang oleh agama. Apa yang telah menimpa pada penduduk kota Pompeii juga tertulis dalam al-quran.
Seperti yang diterangkan dalam al-quran surat Hud : "maka tatkala datang azab kami, kami jadikan kaum Luth itu yang diatas ke bawah atau yang di bawah ke atas atau kami balikan dan kami hujanni mereka dengan batu dan tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi yang diberi tanda oleh Tuhan mu dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang dzalim. "
Sejarah Kota Pompeii
Kota Pompeii ditempati pada abad ke-6 oleh penduduk Italia, mereka menemukan dataran tersebut dan membuat lima perkampungan mereka menyebutnya Pompeii yang berarti lima. Terletak di kota Naples, Italia dan memiliki luas sekitar 67 hektare. Kota Pompeii juga terletak tidak jauh dari laut dan memiliki pemandangan indah gunung Vesuvius di sebelah utara.
Menurut para arkeolog Kota Pompeii dihuni oleh para pedagang dan petani karena lahannya yang subur, mereka juga membangun ladang dan perkebunan. Dengan kondisi alam yang sangat strategis mereka juga membuat pelabuhan bagi para pedagang untuk singgah.
Dengan adanya pelabuhan datanglah bangsa Yunani ke kota Pompeii, karena hal itu terjadilah persatuan budaya yang membuat rakyat kota Pompeii pada akhirnya menyembah seorang dewa yaitu Apollo. Hal ini dibuktikan dengan adanya kuil di kota Pompeii yang dikhususkan untuk menyembah dewa Apollo.
Lima desa tersebut kemudian berkembang pesat dan dikenal menjadi kota Pompeii. Masyarakat Pompeii hidup dengan sejahtera dibawah kemakmuran kota mereka, hingga mereka dapat membangun benteng di sekeliling kota yang berfungsi untuk melindungi kota. Mereka juga membangun rumah-rumah mewah dan kuil-kuil untuk menyembah dewa.
Masyarakat kota Pompeii sangat beraliansi terhadap Kekaisaran Romawi dari tahun 450-375 SM, pada saat itu juga penduduk kota Pompeii semakin bertambah banyak hingga mereka membangun rumah-rumah mewah diluar dinding tersebut. Kemakmuran mereka juga dibuktikan dengan dibangunnya hotel-hotel dan villa megah serta pasar dan bar-bar mini bagi para pendatang.
Tidak cukup disitu kekayaan kota Pompeii juga di buktikan dengan dibangunnya infrastruktur publik seperti Teatro Grande yang merupakan bangunan untuk mengadakan pertunjukan teater konser musik dan lain-lain. Selain itu juga terdapat Stabian Baths yaitu tempat pemandian umum yang dilengkapi dengan kolam air hangat dan air dingin.
Meski bekerjasama dengan Kekaisaran Romawi nyatanya penduduk kota Pompeii tidak dianggap sekasta dengan bangsa Romawi, hal ini menyebabkan penduduk kota Pompeii marah dan akhirnya memberontak pada Kekaisaran Romawi pada tahun 80 SM. Namun penduduk kota Pompeii kalah dan kota Pompeii menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi.
Setelah sekian lama akhirnya kota Pompeii dapat merdeka dan diakui oleh Kekaisaran Romawi, sehingga bangsa Romawi memberikan beberapa lahan untuk penduduk kota Pompeii agar mereka dapat memperluas kotanya.
Semenjak itu kebudayaan Romawi mulai masuk dan menjamur di kota Pompeii, mereka mulai berkomunikasi dengan bahasa Latin dan mengganti dewa mereka menjadi dewa Venus yang melambangkan cinta dan kasih sayang.
Dengan segala kemakmuran yang dimiliki kota Pompeii, di samping itu kota tersebut juga sering ditimpa gempa bumil kecil. Bahkan pada tahun 62 kota Pompeii pernah dilanda gempa bumi yang cukup besar, gempa tersebut berlangsung saat para penduduk kota sedang mengadakan acara ritual pengorbanan untuk memperingati Kaisar Augustus dan arwah para leluhur kota. Karena itu beberapa dari bangunan kota rubuh, namun masyarakat kota Pompeii berhasil memperbaiki dan membangun kembali infrastruktur dengan cepat dan bahkan lebih megah.
Pada tahun 79 kota Pompeii tercatat memiliki penduduk berjumlah 20.000 orang. Di tahun ini juga gunung Vesuvius yang terletak dekat dengan kota Pompeii meletus dan mengeluarkan abu vulkanik selama 2 hari 2 malam berturut-turut. Kota Pompeii terlihat seperti di kepung oleh asap hitam mengeringkan, tidak hanya itu gunung tersebut juga mengeluarkan krikil-krikil panas yang membuat udara di sekitar kota menjadi sangat panas. Dipercaya penduduk Pompeii yang tidak memiliki kesempatan untuk kabur mereka tersiksa sebelum akhirnya tewas dengan cara yang mengenaskan.
Mereka diduga tewas karena tercekik abu vulkanik, terbakar perlahan oleh gas panas dan otak mereka berubah menjadi kaca karena adanya perubahan suhu ekstrim. Para penduduk kota Pompeii yang tidak memiliki kesempatan untuk kabur memilih untuk bersembunyi di bangunan-bangunan kota namun mereka tidak selamat. Akhirnya kota Pompeii tertimbun abu vulkanik setinggi 6 meter dan sejak saat itu peradaban kota Pompeii dianggap lenyap.
Orang-orang yang kembali menempati dataran tersebut juga sempat mencari-cari peninggalan kota Pompeii selama 1600 tahun hingga akhirnya pada tahun 1748 puing-puing tersebut ditemukan oleh orang-orang yang hendak membangun jalan disekitar kota Pompeii. Mereka menemukan reruntuhan bangunan, patung-patung berharga dan jasad-jasad penduduk kota Pompeii.
Dari penemuan tersebutlah yang menunjukkan jika kota Pompeii adalah kota yang sangat makmur dengan arsitektur bangunan yang mewah, hal itu juga yang menarik beberapa oknum jahat yang mendatangi bekas reruntuhan tersebut dan mencuri beberapa perhiasan yang masih tersisa. Dari penemuan ini beberapa ahli percaya jika kota Pompeii ini merupakan kota Sodom atau kota Gamorah yang kisahnya terdapat dalam kitab Injil dan Al-qur'an. Hal ini juga didukung oleh beberapa teori konspirasi mengenai kota Pompeii.
Teori konspirasi mengenai kota Pompeii
Seperti yang diyakini oleh beberapa ahli jika penduduk kota Pompeii dipercaya merupakan kaum pecinta sesama jenis, mereka juga sering melakukan hubungan badan sesama jenis. Hal ini yang membuat orang-orang percaya jika mereka merupakan kaum nabi Luth seperti yang diceritakan dalam Injil dan Al-qur'an.
Menurut cerita nabi Luth diutus oleh Allah agar menyadarkan para penduduk kota Sodom, diterangkan jika kota Sodom terdiri dari lima desa dengan lahan yang subur dan dekat dengan perairan. Terdapat banyak persamaan antara kota Sodom dan kota Pompeii yaitu seperti diceritakan jika kota Sodom dikelilingi oleh dinding-dinding yang melindungi kota dan juga kehidupan rakyat yang makmur.
Sama halnya dengan kota Pompeii, kota Sodom juga diceritakan menjelma menjadi kota besar yang megah akan tetapi kelakuan para penduduk kota yang semakin menyimpang. Penduduk kota Sodom juga diceritakan sering menganiaya satu sama lain dan merupakan penyuka sesama jenis. Hingga suatu hari Allah mengutus nabi Luth untuk memperingati mereka agar dapat meluruskan kehidupan mereka.
Allah SWT. Menurunkan dia malaikat datang ke kota Sodom dan kedua malaikat tersebut menyamar menjadi pria yang sangat tampan. Saat itu nabi Luth melihat kedatangan dua malaikat tersebut dan menyuruh mereka untuk bersembunyi di rumah nabi Luth, agar aman dari penduduk kota Sodom.
Namun para penduduk sudah mengetahui hal itu dan mengepung rumah nabi Luth dimalam hari agar nabi Luth dapat menyerahkan malaikat tersebut agar dapat diperkosa oleh mereka. Nabi Luth yang mengetahui para penduduk kota Sodom adalah homo mencoba menawarkan putri-putrinya kepada kaum Sodom sebagai bujukan agar mereka dapat bertaubat dan kembali kejalan yang benar. Namun tentu saja mereka tidak menginginkannya.
Mereka mendobrak pintu rumah nabi Luth dan hendak membawa dia pria tampan tersebut, namun seketika kedua pria tampan itu berubah menjadi cahaya yang amat terang hingga membutakan mata setiap orang yang melihatnya. Kedua malaikat tersebut menarik nabi Luth masuk kedalam rumah, lalu mereka memberitahu nabi Luth jika mereka berdua merupakan malaikat.
Kedua malaikat tersebut menyampaikan pesan kepada nabi Luth untuk mengemasi barang-barangnya dan segera pergi dari kota Sodom sebelum waktu subuh selesai. Nabi Luth juga disuruh untuk membawa kaum-kaumnya yang taat agar kabur dari kota Sodom. Mereka diharuskan berlari dari kota tersebut tanpa menengok kebelakang.
Benar saja ketika matahari terbit kota Sodom langsung dihujani abu vulkanik dan krikil panas lalu seketika kota tersebut lenyap terkubur. Istri nabi Luth sempat melanggar salah satu perintah malaikat ketika sedang kabur berlari dari kota Sodom. Ia menoleh ke arah belakang dan seketika dirinya menjadi batu.
Belum ada yang tahu pasti dimana sebenarnya letak kota Sodom tersebut, namun ketika ditelaah lebih lanjut sejarah mengenai kota Pompeii sama persis dengan kota Sodom. Sehingga mereka percaya jika kota Pompeii merupakan kota Sodom.
Komentar
Posting Komentar