Tomino's Hell: Puisi Terkutuk yang Dapat Merenggut Nyawa Para Pembacanya
Puisi adalah sebuah karya sastra yang ditulis oleh penulisnya dengan sepenuh hati, tak jarang puisi merupakan curahan hati atau kisah hidup seorang penulisnya. Selain kata-katanya yang indah puisi juga bisa menyentuh hati para pendengarnya jika dibacakan dengan lantang.
Berbeda dengan kebanyakan puisi lainnya yang dapat dibacakan dengan lantang oleh siapapun, puisi berjudul Tomino's Hell ini justru tidak boleh dibacakan dengan lantang oleh siapapun. Konon jika seseorang nekat membacanya dengan suara keras maka nasib sial akan menghampirinya bahkan hingga membunuh para pembacanya.
Puisi Tomino's Hell atau dalam bahasa Jepangnya " Tomino no Jigoku " adalah sebuah puisi karya seorang penyair Jepang bernama Yaso Saijo yang lahir pada 15 Januari tahun 1892. Yaso merupakan seorang profesor di universitas Waseda, Jepang sebelumya ia juga pernah berkuliah di Sorbonne University Prancis.
Pengalaman Yaso selama tinggal di Prancis membawa pengaruh besar bagi karangan puisi-puisinya, dimana ia sering kali menambahkan unsur kebudayaan dan sejarah Prancis. Selain itu ia juga kerap kali menggambarkan simbol-simbol aneh di dalam puisinya. Selain seorang penyair Yaso juga dikenal karena karangan sajak anak-anak dan lirik lagu populer yang ia tulis.
Pada tahun 1919 satu tahun setelah perang dunia pertama berakhir di usianya yang ke 27 tahun Yaso menulis puisi Tomino no Jigoku atau lebih dikenal sebagai Tomino's Hell, jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti Nerakanya Tomino. Puisi ini mulai populer pada masa itu ketika seseorang yang telah membacanya dengan lantang mulai mengalami berbagai macam malapetaka seperti kecelakaan bahkan yang lebih buruknya hingga kehilangan nyawa. Rumor pun semakin beredar luas Tomino's Hell menjelma menjadi puisi yang terkutuk, begitu yang dikatakan oleh orang-orang.
Dibawah ini merupakan puisi Tomino's Hell, diharapkan membaca hanya dalam hati saja. Namun jika terjadi sesuatu, resiko ditanggung oleh pribadi masing-masing. Bijaklah memilih keputusan.
![]() |
Tomino’s Hell (Bahasa Indonesia)
Kakak perempuan muntah darah, adik perempuan memuntahkan api,
Tomino yang lucu memuntahkan manik-manik kaca,
Tomino jatuh ke neraka sendirian,
Neraka yang gelap dan tak ditumbuhi bunga,
Apakah itu kakak Tomino yang membawa cambuk?
Cambukan meninggalkan bekas memerah yang mengerikan
Mencambuk dan memukul, terus memukul
Sebuah jalan menuju neraka
Apakah kau akan mengantarnya ke neraka yang gelap?
Untuk domba-domba emas, untuk burung bulbul
Aku penasaran berapa banyak yang dimasukkannya dalam kantong kulit
Sebagai persiapan untuk perjalanan ke neraka
Musim semi datang, di hutan dan sungai
Bahkan di sungai dalam neraka yang gelap
Burung bulbul dalam sarang, domba dalam gerobak,
Ada air mata di mata lucu Tomino
Menangis, burung bulbul terbang ke hutan yang hujan
Meneriakkan kerinduan pada adik perempuannya
Tangisannya bergema ke seluruh neraka
Bunga berwarna merah darah mekar
Mengelilingi tujuh gunung dan tujuh sungai di neraka
Tomino yang lucu berjalan sendirian
Untuk menjemputmu ke neraka
Jarum-jarum dalam neraka,
menancap ke dalam daging segar,
Sebagai tanda dari si lucu Tomino.
Inti dari puisi Tomino's Hell merupakan sebuah perjalanan dari seseorang bernama Tomino di dasar neraka dengan penggambaran bahasa yang menyeramkan dan sedikit mengganggu suasana hati para pembaca. Beberapa orang mulai mencoba untuk menjelaskan makna dari puisi tersebut.
Teori yang paling berhubungan dengan Yaso Saijo yaitu dimana ketika perang Dunia ke-1 Yaso kehilangan salah satu anggota keluarganya antara ayah atau kakaknya. Hal tersebut membuat rasa kehilangan yang cukup mendalam bagi Yaso sehingga ia mencurahkan perasaan tersebut melalui puisi Tomino's Hell ini.
Sedangkan pada teori lainya berfokus dengan sosok Tomino sendiri. Tidak disebutkan gender dari Tomino, beberapa beranggapan jika Tomino merupakan wanita. Terdapat tiga teori mengenai sosok Tomino dari seseorang yang percaya jika Tomino merupakan seorang wanita.
Teori Pertama
Diperkirakan jika Tomino merupakan seorang gadis yang hidup dalam keluarga penuh dengan kekerasan, ia sering kali di pukul ataupun disiksa secara fisik oleh orang tuanya. Hal tersebut membuat Tomino sedih dan frustrasi hingga ia mencurahkan seluruh perasaannya dengan menulis sebuah puisi berjudul Tomino's Hell. Saat dibacakan dengan keras olehnya hal tersebut membuat orang tuanya marah besar hingga mengurungnya di ruangan bawah tanah tanpa memberinya makan selama berhari-hari. Tomino kemudian tewas setelah terkenal bronkitis, saat itulah puisi tersebut akan menimbulkan malapetaka bagi siapapun yang membacanya dengan lantang.
Teori kedua
Diperkirakan Tomino tinggal bersama saudarinya yang sangat abusive. Ia seringkali di siksa secara fisik oleh saudarinya, Tomino sendiri merasa jika ia hidup di dalam neraka setiap kali ia bersama saudarinya tersebut. Karena terluka dengan perlakuan kasar dari saudarinya Tomino pun menulis sebuah puisi yang menggambarkan betapa menderita dirinya.
Teori ketiga
Di teori yang ketiga penjelasan akan sosok Tomino berbanding terbalik dari sebelumnya dimana Tomino merupakan seorang psikopat yang membunuh kedua orang tuanya. Dan isi puisi tersebut merupakan gambaran dari kesengsaraanya yang berada di dalam "Mugen Jigoku" atau "Avici" karena perbuatan keji terhadap kedua orang tuanya.
Dalam kepercayaan Budhe Avici merupakan sebuah neraka yang terletak paling bawah atau The Lowest of Hells dan siapapun yang masuk kedalamnya ia akan abadi dengan siksaannya di sana.
Selain teori di atas ada juga yang berasumsi jika Tomino adalah seorang pria, berikut merupakan penjelasan mengenai sosok Tomino yang dipercaya merupakan seorang pria.
Menurut teori yang satu ini Tomino merupakan seorang prajurit yang terlibat dalam perang Dunia ke-I, sesaat setelah ia berangkat bertugas kedua saudari yang sangat ia sayangi meninggal begitu saja, meski tidak di jelaskan secara rinci penyebab dari kematian saudari-saudarinya namun kesengsaraan hidup saat di medan perang pun digambarkan Tomino sebagai neraka dunia. Teori ini juga didukung oleh penjelasan lain, yaitu terdapat kada "needle" yang berarti jarum dalam puisi tersebut.
Banyak orang percaya kata needle tersebut berkaitan dengan Sennibari yaitu baju khusus yang dijahit dengan ribuan perang untuk digunakan oleh para prajurit yang hendak berperang. Baju tersebut juga dipercaya sebagai jimat keberuntungan pada masanya.
Malapetaka bagi para pembacanya
1. Meninggalnya Shuji Tarayama
Shuji Tarayama merupakan seorang sutradara film Jepang, ia tertarik dengan puisi Tomino's Hell tersebut. Pada tahun 1974 Shuji memutuskan untuk membuat film berjudul Den-en ni Shishu atau dalam bahasa Inggrisnya To Die in the Country yang kisahnya berdasarkan pada puisi karangan Yaso tersebut, mengenai kesengsaraan yang dialami oleh Tomino.
Beberapa tahun setelah film tersebut rilis tepatnya di tahun 1983 Shuji Tarayama dikatakan meninggal dunia, penyebab kematiannya adalah karena ia mengalami sirosis hati. Meski begitu beberapa orang mengaitkan kematian Shuji merupakan sebuah kutukan dari puisi Tomino's Hell tersebut
2. Penyiar Radio
Kejadian berikut ini merupakan sebuah inspirasi bagi pembuat video game berjudul The Radio Station. Diceritakan ada seorang penyiar radio yang membacakan puisi Tomino's Hell dengan lantang, awalnya ia merasa baik-baik saja. Hal diluar nalar terjadi ketika ia sampai pada pertengahan puisi, tubuhnya sama sekali tidak bisa digerakkan selama beberapa saat. Setelah kembali normal ia memutuskan untuk tidak melanjutkan untuk membaca puisi tersebut dan membuangnya.
Beberapa hari kemudian sang penyiar radio tersebut mengalami kecelakaan hingga membuatnya mendapatkan 7 jahitan, namun ia tidak menganggap hal tersebut merupakan kutukan dari puisi Tomino's Hell.
Ada juga beberapa pengakuan dari orang-orang yang telah membada puisi tersebut, pada malam hari setelah ia membaca puisi Tomino's hell ia bermimpi dikelilingi oleh api neraka dan bertemu dengan pria bernama Tomino. Dalam mimpi tersebut Tomino mengatakan jika kakak perempuannya telah berubah menjadi iblis dan adik perempuannya berubah menjadi jiwa yang terkutuk di dalam neraka, Tomino sendiri secara tidak sengaja terlempar kedalam neraka.
3. Siswa Bernama Taro
Taro merupakan seorang siswa yang sering dibully, suatu ketika ia di ejek oleh teman-teman sekelasnya karena tidak berani membaca puisi Tomino's Hell dengan lantang. Karena ejekan tersebut Taro terpaksa membaca puisi tersebut dengan keras didepan teman-temannya dengan nada yang ketakutan. Setelah selesai membacanya tidak terjadi apa-apa, lantas teman-temannya tetap menertawakan dia.
Namun hal tragis terjadi ketika Taro pulang dari sekolah, diperjalanan pulang ia dihadapkan oleh sebuah truk dengan pengemudi yang mengantuk dan secara tak sengaja menabrak Taro hingga tewas. Dipercaya Taro akan masuk ke neraka dan menyusuri neraka bersama Tomino.
Di era modern ini puisi Tomino's hell dianggap hanyalah sebagai puisi biasa yang tidak ada kutukan di dalamnya. Ada juga yang mengaku pernah membaca puisi tersebut namun tidak terjadi apa-apa.
Tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi pada kita, rezeki, jodoh dan maut merupakan rahasia Tuhan. Apapun yang terjadi di dunia ini tidak lain adalah atas persetujuan Tuhan, jadi mempercayai puisi ini atau tidak itu kembali lagi kepada pribadi masing-masing.
Hanya sekali klik bisa belanja di Shopee👇
https://mycollection.shop/rissa0110


Komentar
Posting Komentar