Emily Sagee | Wanita yang Punya Kembaran dari Dunia Lain

Memiliki kembaran bisa jadi merupakan hal yang menyenangkan, tentunya kembaran tersebut bisa lebih mengerti satu sama lain dan tidak pernah kesepian. Namun apa jadinya jika kembaran tersebut bukanlah manusia, seperti wanita bernama Emily Sagee ini yang memiliki kembaran identik dari dunia lain. 

Peristiwa ini dalam bahasa Jerman disebut sebagai doppelganger atau dalam bahasa Inggris yang double walker. Teori ini menjelaskan jika setiap orang dunia memiliki bayangan yang sama persis dengan diri kita namun bayangan tersebut tidak memiliki jasad. Doppelganger dipercaya merupakan sebuah pertanda buruk bagi seseorang yang belum meninggal ketika melihat kembarannya, konon hidupnya tidak akan lama lagi. 

Peristiwa doppelganger ini pernah ditulis oleh seorang penulis Jerman bernama Roberto Dale Owen yang berjudul "Footfalls on the bourday off another world"

Buku tersebut menceritakan sebuah kisah nyata dari peristiwa doppelganger yang dialami oleh Emily Sagee. Buku itu ditulis oleh Robert melalui kesaksian nyata orang-orang yang pernah menyaksikan secara langsung kembaran Emily tersebut. 

Emily Sagee lahir di Prancis pada tahun 1893 ia merupakan anak tunggal, orang tuanya memiliki toko roti di depan rumahnya. Emily memang gadis yang tidak banyak bersosialisasi dengan anak-anak di sekitarnya, tapi para tetangganya tidak heran karena Emily memiliki kembaran wajar saja jika Emily tidak bermain dengan anak-anak lain. 

Beberapa pelanggan juga sering menanyakan akan kembaran Emily tersebut, namun kedua orang tuanya selalu menyangkal bahwa Emily memiliki kembaran. Bukan hanya kedua orang tuanya saja yang tidak dapat melihat kembaran Emily, namun Emily juga tidak mengetahui akan hal tersebut. 

Saat itu peristiwa doppelganger sangat populer di dunia, menyadari ada hal yang aneh dengan Emily kedua orang tuanya memutuskan untuk menyekolahkan Emily di dalam rumah saja dan menyewa seorang guru privat. 

Guru privat Emily juha sering melihat kembarannya Emily muncul secara tiba-tiba di samping Emily dan melakukan hal yang sama dengan Emily, namun sang guru tidak memberitahu hal tersebut kepada Emily hal ini merupakan saran dari orang tuanya. 

Setelah beranjak remaja Emily tumbuh menjadi gadis yang cantik dan cerdas, hingga diusianya yang ke 16 tahun Emily memutuskan untuk menjadi guru. Suatu ketika Emily melamar pekerjaan di salah satu sekolah khusus siswi, awalnya kepala sekolah tersebut sempat ragu karena Emily telah berpindah-pindah tempat mengajar sebanyak 18 kali dalam kurun waktu 16 tahun. 

Namun memang tidak ada rekam negatif dalam jejak kinerjanya, Emily dikenal sebagai guru yang atraktif dan mampu membuat murid-muridnya mudah mengerti apa yang ia jelaskan. Mengetahui ada potensi baik dalam diri Emily akhirnya kepala sekolah tersebut merekrut Emily menjadi guru di sana sekaligus ini adalah sekolah terakhir dimana Emily mengajar. 

Selama mengajar Emily menjadi guru yang sangat di hormati oleh murid-murid, selain pandai menerangkan pelajaran secara jelas Emily juga ramah kepada siapapun. Hingga suatu ketika, hal janggal mulai terjadi lagi. 

Di jam istirahat Emily pergi ke kantin untuk mengambil makan siang, di sana ia duduk seorang diri. Lalu salah satu rekan sesama guru duduk berhadapan dengan Emily, tiba-tiba dia melihat sesosok wanita yang sama persis seperti Emily duduk di samping Emily dan melakukan gerakan yang sama seperti yang Emily lakukan ketika ia sedang makan. Bedanya sosok tersebut tidak menggunakan sendok dan juga tidak terdapat piring atau apapun didekatnya. 

Di lain hari ketika Emily sedang mengajar sesosok kembarannya tersebut mengikuti gerak-gerik Emily yang pada saat itu sedang menulis di papan tulis, ada sekiranya 17 siswi yang menyaksikan kejadian menyeramkan tersebut. Namun Emily tidak mengetahui akan hal tersebut. 

Ketika salah seorang siswinya bertanya kepada Emily tentang kembarannya tersebut yang sering tiba-tiba muncul, Emily memilih untuk bungkam. Emily memang tidak pernah melihat kembarannya tersebut, hanya orang-orang disekitarnya. 

Hal misterius tersebut terus terjadi kali ini disaksikan oleh sekitar 40 siswi dalam kelas. Diceritakan saat itu para siswi sedang praktek menjahit, salah seorang guru menjadi supervisor dan mengawasi siswi-siswi tersebut. Saat supervisor pergi meninggalkan kelas, tiba-tiba Emily datang dengan raut muka yang tidak berekspresi dan lebih pucat dari biasanya. Benar saja itu adalah kembaran ghaib Emily, dia perlahan duduk dan mengawasi gerak-gerik para siswi dengan tatapan yang kosong. 

Para siswi nampaknya sudah terbiasa dengan hal itu, mereka menyadari jika itu bukanlah Emily. Salah seorang siswi berusaha mendekatinya dan mencoba menyentuh tubuh kembaran Emily tersebut. Saat ia menyentuhnya itu terasa seperti sedang menyentuh sarang Laba-laba setelah itu sosok tersebut menghilang. 

Biasanya sosok tersebut akan berada di samping Emily namun saat itu kembaran misteriusnya berjalan seorang diri. Pada saat ditanya akan hal tersebut Emily menjawab, kala itu ia sedang menyiram tanaman di halaman sekolah hati kecilnya berkata ia ingin pergi ke kelas untuk mengawasi anak-anak namun saat itu bukan jadwal Emily untuk menjadi supervisor. 

Mengingat kepercayaan masyarakat prancis Kala itu tentang hal-hal negative yang berhubungan dengan doppelganger, beberapa siswi di sana sempat melaporkan hal tersebut pada orang tua mereka. Namun ada juga beberapa orang yang sudah terbiasa dengan kembaran misteriusnya Emily, memang kembarannya tersebut tidak berbahaya. 

Banyaknya laporan dari wali murid yang resah akan keberadaan kembaran Emily tersebut membuat mereka menyuruh agar Emily diberhentikan dari sekolah tersebut. Pada awalnya pihak sekolah keberatan karena kinerja Emily memang bagus. 

Hingga suatu ketika Emily memilih untuk resign dan pergi entah kemana untuk memulai kehidupan barunya. Hingga saat kini tidak ada yang mengetahui dimana keberadaan Emily. Cerita mengatakan jika Emily sudah hidup tenang jauh dari publik karena tidak ingin meresahkan mereka. 

Dalam islam kita mempercayai jika setiap manusia di muka bumi ini memiliki kembaran yaitu jin korin, jin yang berpenampilan seperti kita. Selain itu korin juga mengetahui segala sesuatu tentang kita. Umumnya korin tidak dapat dilihat oleh siapapun, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat melihat. Namun pada kasus Emily Sagee ini kembaran dari dunia lainnya dapat dilihat dengan mata telanjang oleh semua orang. 

Kasus Emily memang belum bisa dijelaskan secara logis, karena pada umumnya jika itu merupakan jin kirim Emily mana tidak semua orang dapat melihatnya. Lebih anehnya lagi kenapa orang-orang disekitarnya dapat melihat kembaran Emily sedangkan dirinya sendiri tidak bisa. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna di Balik Lilin Ulang Tahun: Tradisi, Simbolisme, dan Sejarahnya

Tomino's Hell: Puisi Terkutuk yang Dapat Merenggut Nyawa Para Pembacanya

Cerpen: Gaun Merah Maria