Kisah Tragis Dibalik Foto Gadis Bermata Hitam
Kamera merupakan sebuah alat untuk memotret gambar dari lingkungan sekitar, makhluk hidup maupun benda mati. Dengan adanya kamera terlahirlah foto, kebanyakan orang mengambil foto untuk suatu hal yang akan mereka abadikan agar dapat melihatnya dikemudian hari.
Lahirnya kamera di dunia ini membuat para generasi sekarang tahu bagaimana potret ataupun suasana jaman dulu jauh sebelum mereka lahir. Seperti halnya foto yang satu ini, bisa saja saat foto ini diambil banyak dari generasi kita belum lahir.
Foto ini memperlihatkan seorang gadis bermata hitam dengan badan yang terendam air. Sekilas foto ini memang terlihat menyeramkan ditambah mata gadis tersebut yang membuatnya terlihat seperti bukan manusia. Namun siapa sangka dia adalah manusia, dan kisah di balik foto tersebut juga membuat orang-orang terkejut.
Ingin tahu kisah tragis dibaliknya yang siap membuat para pembaca tak bisa berhenti memikirkan nasib si gadis tersebut, yuk simak cerita dibawa ini.
https://mycollection.shop/rissa0110
Pada tanggal 13 November 1985 gunung merapi Nevado Del Ruiz di Colombia meletus pada jam sembilan malam. Gunung Nevado Del Ruiz memuntahkan laharnya dengan brutal sehingga lahar tersebut meluluh lantahkan pemukiman yang ada di sekitarnya.
Tragedi ini merupakan letusan gunung terbesar sepanjang sejarah Kolombia, bagaimana tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut mencapai hingga lebih dari 20.000 orang. Pada saat itu terlihat hampir seluruh rumah warga rusak parah ditambah dengan banyaknya pepohonan yang ikut tumbang.
Kerusakan permukiman warga di area gunung merapi tersebut membuat pihak berwajib harus mengerahkan bantuan, namun sayangnya kebanyakan pihak berwajib di daerah tersebut juga menjadi korban akan keganasan letusan gunung api.
Akhirnya pihak berwajib dari pemerintah pusat seperti polisi, tim SAR maupun ambulan datang ke lokasi tersebut untuk mengevakuasi para korban. Penyelamatan pun baru bisa dilakukan setelah dua bulan lamanya setelah aktivitas lahar di gunung berapi mulai mereda.
Dengan kondisi yang sangat tidak memungkinkan untuk dimasuki mobil karena jalan dipenuhi oleh puing-puing bangun membuat para penyelamat harus berjalan kaki menyusuri tempat tersebut dan hanya membawa alat seadanya.
Meski begitu pada tanggal 13 November 1985 sesaat setelah gunung tersebut meletus beberapa tim penyelamat sempat datang ke lokasi dan mengevakuasi beberapa jasad korban. Hingga saat itu mereka mendengar suara teriakan anak kecil dari dalam puing-puing bangun, mereka bergotong royong segera menyingkirkan puing-puing tersebut.
Ketika itu mereka menemukan seorang gadis berusia 13 tahun yang bernama Omayra Sanchez. Kedua Kaki Omayra terjepit oleh puing-puing bangunan dengan posisi menekuk kebelakang, badannya digenangi air setinggi dadanya. Regu penyelamat langsung menolong Omayra dengan menyingkirkan puing-puing yang ada di sekitarnya, namun Omayra tetap masih terjebak di sana.
Untuk mengeluarkan Omayra tim penyelamat membutuhkan kendaraan konstruksi guna mengangkat puing-puing yang menimpa kaki Omayra. Namun sayangnya kondisi jalan pada saat itu tidak memungkinkan mobil-mobil besar untuk melintasi area tersebut dan akan lebih sulit untuk mencapai posisi Omayra.
Akhirnya tim penyelamat mencari cara lain untuk mengeluarkan Omayra, mereka juga berkali-kali mencoba untuk menyingkirkan puing-puing tersebut namun belum membuahkan hasil. Di bawah puing-puing tempat kakinya terjebak ternyata ada jasad bibinya yang juga tertimpa bangunan. Diketahui Omayra memang sedang bersama bibinya saat malam kejadian.
"Ketika relawan pertama kali mendengar teriakan minta tolong, mereka menemukannya terjebak oleh tubuh seorang bibi dan terjepit oleh dinding. Sebelum dia meninggal, mereka menemukan bahwa kaki Nona Sanchez terjerat di lengan bibi yang sudah meninggal." Seperti dikutip dari New York Times pada artikelnya yang berjudul Trapped Girl, 13,Dies yang dipublikasikan pada 17 November 1985.
Mereka juga sempat memanggil penyelam untuk melihat bagaimana posisi kaki Omayra. Kakinya terjebak oleh puing-puing bangunan satu-satunya cara untuk mengeluarkan Omayra adalah dengan cara mengamputasi kakinya.
Bantuan pun mulai berdatangan ada juga beberapa jurnalis yang mendokumentasikan proses penyelamatan Omayra, salah satu jurnalis tersebut adalah Frank Fournier. Pada saat itu Frank membantu proses penyelamatan tersebut dengan membuat nyaman Omayra, ia memberikan makanan, minuman dan semangat untuk Omayra supaya dia bisa berhasil keluar dari sana Frank juga memotret Omayra atas ijinnya.
Omayra juga saat itu menghibur dirinya dengan cara berbicara dan berdoa namun di satu sisi Omayra juga ketakutan dan kesakitan ia juga menangis dan berteriak sesekali.
Setelah 60 jam semenjak Omayra ditemukan tim medis yang berada di lokasi menyatakan jika akan sangat mustahil untuk mengamputasi kaki Omayra, karena kakinya berada di bawah air dan hal tersebut akan menyebabkan infeksi jika nekat diamputasi. Posisi kaki Omayra itu menekuk kebelakang dengan dengkul hingga telapak kakinya tertimpa oleh puing-puing. Dengan kondisi yang sedang hujan membuat air yang semula menggenang dada Omayra kini menjadi seleher.
Regu penyelamat memberikan semacam kayu di depan Omayra agar dia dapat berpegangan pada saat itu mereka kehabisan ide untuk menyelamatkan Omayra. Tim medis memberikan kesimpulan bahwa akan lebih manusiawi jika Omayra dibiarkan meninggal.
Di beberapa jam terakhir Omayra sempat meminta waktu untuk menyendiri, kondisinya sudah lemas dan tangannya terlihat pucat. Dia juga sesekali berhalusinasi, Omayra mengatakan jika dirinya akan terlambat masuk sekolah karena ada ulangan matematika.
Pada saat ini Frank mengambil foto Omayra dan setelah 3 jam foto tersebut diambil Omayra dinyatakan meninggal dunia. Diperkirakan Omayra meninggal akibat kelelahan parah, mata merahnya berubah menjadi hitam karena debu. Omayra meninggal pada 17 November 1985 dengan posisi yang sama seperti pertama kali tim penyelamat menemukannya.
Foto hasil jepretan Frank itu disebut dengan World Press Photo of The Year. Kisah Omayra tersebut pernah di publikasikan oleh surat kabar The New York Time tepat pada tanggal 17 November 1985, dengan artikel berjudul Trapped Girl, 13, Dies.

Komentar
Posting Komentar