Diteror Arwah Tetangga Kosan Karena Sakit Hati
Cerita bermula dari seorang mahasiswa di sebuah daerah yang tidak disebutkan namanya, ia bernama Luki. Luki merupakan mahasiswa semester 8, ia sedang sibuk membuat skripsi. Seperti kebanyakan anak kuliahan lainnya Luki tinggal di sebuah kos-kosan, namun ia tidak nyaman dengan kos-kosan tersebut. Luki menilai kos-kosannya itu terlalu berisik, sedangkan ia butuh suasana yang tenang untuk mengerjakan skripsinya.
Akhirnya Luki memutuskan untuk pindah ke kos-kosan lain yang tidak berada jauh dari kos-kosan sebelumnya. Setelah dilihat-lihat ia merasa kos-kosan yang barunya itu lebih tenang dan sepi, sehingga Luki dapat berkonsentrasi mengerjakan skripsinya. Di kosan barunya tersebut mayoritas penghuninya merupakan para pekerja jadi jika siang kosan akan terasa sepi dan saat mereka pulang ke kosan mereka langsung beristirahat.
Kosannya cukup besar dan berbentuk U, ditengah terdapat pohon mangga besar dan beberapa pohon pisang. Terdiri dari dua lantai dan 18 kamar, sembilan di atas dan sembilan dibawah. Hanya saja tidak ada seorangpun yang menempati kamar di lantai bawah karena sering kebanjiran. Sedangkan di lantai dua yang terisi hanyalah lima kamar termasuk Luki, menyisakan empat kamar lainnya yang kosong.
Empat penghuni kamar tersebut sudah memiliki pekerjaan masing-masing, ada yang berprofesi sebagai satpam bank, kurir, ada yang bekerja di tempat hiburan malam dan ada juga yang memiliki warung sendiri. Setelah beberapa hari menetap di sana Luki mulai akrab dengan para penghuni kamar, ia juga menilai bahwa mereka sangat asik-asik dan ramah meski jarang berinteraksi lantaran kesibukan mereka.
Setelah tinggal selama satu bulan saat itu Luki baru pulang dari kampus sekitar jam empat sore, ia baru selesai melakukan bimbingan skripsi. Sesampainya di kos Luki melihat di depan kamarnya ada empat orang berpakaian rapi dengan jas seperti orang-orang kantoran, tidak ada yang aneh dari mereka ia berpikir mungkin mereka adalah teman dari salah satu penghuni kos disini. Salah satu dari mereka mulai bertanya pada Luki,
"Mas, permisi. Apa benar ini kos-kosannya si Badrul? "
"Iya mas. Ada penghuni kos namanya Badrul, tepat di samping saya sih kamarnya"
"Bisa antarkan ketemu dia gak ya? Kami mau masuk gak enak"
Luki menyetujui permintaannya tersebut, ia mengetuk pintu kamar Badrul,
"Bang! Bang Badrul nih ada temenya"
Tidak perlu menunggu lama akhirnya Badrul membukakan pintu, ketika melihat empat orang tersebut raut wajah Badrul berubah ia terlihat lemas dan sedikit kesal dengan Luki. Akhirnya empat orang tersebut masuk ke kamar Badrul, Luki yang merasa bersalah melihat raut muka tetangganya itu langsung masuk ke kamarnya sendiri.
Beberapa saat kemudian Luki ingin buang air kecil, ia pergi ke kamar mandi menuju lantai satu di kosannya tersebut memang tidak tersedia kamar mandi di setiap kamar dan kamar mandi hanya ada di lantai pertama. Saat Luki berjalan ia melewati kamar Badrul yang berada di sebelah kanan kamarnya, pintunya terbuka dan terlihat sepi sepertinya orang-orang tadi sudah pergi. Selesai dari kamar mandi Luki melihat pintu kamar Badrul sudah tertutup. Meski ada sedikit rasa tidak enak karena telah mengetuk pintu Badrul, Luki mencoba untuk tidak menghiraukan perasaan itu.
Selang beberapa minggu kemudian saat Luki sedang bersantai di kamar kosannya, dari arah jendela ia melihat seorang pria pergi kearah kamar Badrul. Mereka terdengar menggedor-gedor pintu kamar Badrul dengan keras.
"Woy drul, gue tau lo ada di dalem. Cepetan buka woy!! "
Luki memutuskan untuk keluar dari kamar kos nya melihat ada keributan apa disebelah, saat ia membuka pintu dan ternyata orang yang mengetuk pintu tersebut merupakan orang-orang yang beberapa waktu lalu datang menemui Badrul.
"Eh mas, liat Badrul gak ya? Dari tadi saya ketok gak dibuka juga? "
"Waduh gak tau ya mas, dari kemaren gak keliatan soalnya"
"Kalo ketemu tolong bilangin ya, kalau kami nyariin. Kami dari tempat kerjanya"
Luki pun mengangguk dan dua orang tersebut pergi, Luki kembali masuk ke kamarnya.
Siang itu Luki memutuskan untuk tidur lalu ia bangun ketika hari sudah sore, saat itu Luki hendak pergi ke kamar mandi untuk buang air besar serta mandi. Kamar mandinya tepat berada di bawah kamar Badrul, saat Luki sedang buang air besar ia mendengar suara kencang seperti benda berat yang jatuh tepat di atas kamar mandinya yang berarti suara tersebut berasal dari kamar Badrul. Saat itu Luki berfikir mungkin saja Badrul jatuh, setelah selesai mandi Luki sempat mengetuk pintu kamar tetangganya itu namun tak ada sahutan ditambah lampu kamar yang mati menandakan tidak ada orang.
Saat malam hari tiba semua penghuni kos mulai berdatangan pulang dari tempat kerjanya, sedangkan Badrul belum menampakkan batang hidungnya. Namun Luki tak begitu menghiraukan, mengingat Badrul merupakan seorang OB di tempat hiburan malam pastinya ia sudah sering pulang larut malam. Malam itu juga salah seorang penghuni kos bernama Irwan yang berprofesi sebagai kurir mendatangi Luki dan bertanya,
"Luk, lo liat Badrul gak? Dicariin Ibu kos tuh, belum bayar 3 bulan katanya. Tadi gue juga di uber-uber sama Debcolector. Di tanya-tanya gua sama Debcolector itu, sialan tuh anak. "
Mendengar hal tersebut Luki baru menyadari jika Badrul ternyata memiliki masalah hutang piutang, dan orang-orang yang mendatangi kamar Badrul tersebut merupakan Debcolector.
"Ngumpet kali ya bang. Soalnya tadi pas gue lagi boker ada suara jatuh gitu dari kamarnya, coba aja gedor. Kali aja nyaut, kalo gak nyaut yaa paling ngumpet atau emang pergi kali. Dobrak aja kali ya"
Mendengar arahan dari Luki, Irwan kemudian keluar dari kamar Luki dan mengetuk pintu kamar Badrul.
"Hey drul, buka drul. Ini gue Irwan! Kemana sih nih anak, sialan"
Karena kesal tak mendapat respon dari Badrul akhirnya Irwan memutuskan untuk mendobrak pintu kamar Badrul. Mendengar suara tersebut Luki berlari keluar kamarnya, ia juga ingin melihat ada apa gerangan. Saat pintu tersebut sudah terbuka mereka langsung mencium bau busuk yang menyengat dari kamar Badrul, namun mereka tidak dapat melihat apa-apa karena lampunya mati. Irwan memutuskan untuk menyalakan lampu kamar Badrul, dan betapa terkejutnya mereka saat melihat Badrul tergeletak tak bernyawa dilantai dengan ikatan tali yang melingkar di lehernya. Terlihat jasad Badrul sudah mulai membengkak dan berwarna biru serta mengeluarkan cairan yang bau.
Ternyata bau busuk tersebut berasal dari jasad Badrul yang diduga melakukan bunuh diri dengan cara menggantung diri. Dan diperkirakan suara benda jatuh yang sempat Luki dengar merupakan suara Badrul yang mungkin jasadnya terjatuh karena plafon langit-langitnya yang tidak kuat menahan beban.
Irwan segera memanggil sang pemilik kos agar dapat menelfon polisi guna mengevakuasi jasad Badrul. Tidak lama kemudian ibu kos, polisi dan juga ambulan datang. Seketika itu polisi langsung melakukan olah TKP, Irwan dan Luki sempat dimintai keterangan. Setelah jasad Badrul dibawa ke rumah sakit polisi meminta KTP Badrul namun sayangnya mereka tidak menemukannya. Diperkirakan KTP tersebut sudah dijadikan jaminan untuk membayar hutang yang Badrul miliki. Pemilik kos juga tidak pernah mengetahui detail identitasnya Badrul, jadi mereka tidak dapat menghubungi keluarga Badrul. Rencananya Badrul akan dimakamkan di pemakaman yang tidak jauh dari kos-kosan tersebut.
Semenjak kejadian itu Luki tidak berani untuk tidur di kamarnya, ia memilih untuk tidur di kamar temannya yang berada disebelah kamarnya. Tidak hanya satu malam bahkan Luki menginap di kamar temannya hingga lima hari berturut-turut, namun pada hari ke enam ia memberanikan diri untuk tidur di kamarnya.
Malam itu Luki kembali tidur di kamarnya, ketika Hendak memasuki kamarnya ia melihat pintu kamar Badrul masih di hiasi garis polisi. Luki sebenarnya ketakutan namun ia tak mau merepotkan temannya, terlebih kamarnya terletak disebelah kamar Badrul.
Luki memiliki gejala insomnia sialnya malam itu insomnianya kambuh, bukannya mengantuk Luki malah merasa segar. Ia mencoba untuk menyelesaikan skripsinya namun pikirannya tidak dapat berkonsentrasi pada tugasnya, alih-alih menyelesaikan tugasnya Luki malah teringat sosok Badrul. Meski tidak begitu mengenalnya Luki sudah lumayan sering berbincang-bincang dengan Badrul. Ia mencoba untuk menghalau pikiran tersebut namun lagi-lagi ia malah memikirkan Badrul, Luki sudah mulai ketakutan namun ia tak bisa melakukan apapun.
Saat sedang memikirkan Badrul tiba-tiba Luki melihat dari jendela kamarnya siluet manusia yang melewati kamarnya menuju kamar Badrul, alih-alih berjalan Luki justru melihat siluet tersebut seperti melayang pasalnya badannya tidak bergerak seperti orang berjalan pada umumnya. Sudah tidak diragukan lagi ketakutan Luki akan penampakan tersebut, bulu kuduknya merinding ia segera melompat dari kursi ke kasurnya lalu menutup matanya dengan bantal. Tak lama kemudian bayangan tersebut hilang entah kemana.
Dikira sudah selesai Luki merasa sedikit lega namun beberapa saat kemudian ia diterror dengan suara ketukan di dinding yang berasal dari kamar Badrul.
"Luk, gara-gara lu nih. Lu harus tanggung jawab! "
"TANGGUNG JAWAB LU, LUK! "
Suaranya terdengar menggelegar meski terhalang tembok Luki dapat mendengarnya seakan-akan suara tersebut berada di samping telinganya. Saat itu Luki sangat ketakutan badannya lemas dan tubuhnya berkeringat hebat, tanpa ia sadari Luki mengeluarkan air mata ia menangis. Ditengah ketakutannya tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk,
"Luk, buka luk! Ini gua Irwan"
Mendengar hal itu Luki sedikit lega, ia mulai bisa menggerakkan badannya dan membuka pintu, benar saja itu merupakan Irwan. Berbeda dari biasanya wajah Irwan terlihat pucat, ia seperti sedang ketakutan. Luki seakan mengerti hal tersebut pikirnya mungkin Irwan juga diganggu oleh arwah Badrul. Tidak ada percakapan diantara mereka malam itu, Luki tidur di samping Irwan mereka sama-sama ketakutan.
Akhirnya Luki mencoba untuk tertidur, namun tidak lebih dari lima menit ketika ia berusaha terlelap lagi-lagi Luki mendapat terror. Kali ini ia mendengar suara tangisan dari arah kamar Badrul, ditambah Luki melihat sesosok bayangan yang melayang dari arah kamar Badrul. Bayangan tersebut berhenti didepan jendela kamar Luki, dan mengetuk jendelanya berkali-kali sambil menangis.
"Luk tolong luk, lu harus tanggung jawab luk.. hikss"
Mendengar hal tersebut Luki lagi-lagi menutupi wajahnya dengan bantal namun kali ini ia juga mencoba menepuk-nepuk Irwan supaya bangun.
"Bang, bang Irwan bangun bang. Di depan Badrul. Bangun bang"
Kemudian Irwan bangun dan berkata,
"Bukan di depan lo, tapi di samping lo"
Suara Irwan sedikit berbeda, kali ini suaranya terdengar seperti suara Badrul. Luki yang menyadari ada hal aneh dengan Irwan, perlahan ia menyingkirkan bantal dari mukanya untuk mengintip ada apa dengan Irwan.
Semula orang yang tertidur disampingnya merupakan Irwan namun kali ini ia menjelma menjadi sosok Badrul. Badrul berada di kamar Luki dan menerornya, penampilan Badrul tampak seperti pertama kali Luki temukan di kamarnya saat Badrul tewas. Badannya mulai membengkak dan mengeluarkan bau yang tidak sedap serta lehernya patah dan masih terdapat tali yang melingkari leher Badrul. Saat itu Luki kaget bukan main, badannya tidak bisa bergerak ia sangat ketakutan hingga pingsan.
Entah berapa lama Luki pingsan, ketika siuman jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Saat itu Luki langsung berlari ke kamar kos sebelahnya dan menumpang tidur. Ia sempat ditanya oleh temannya itu, namun Luki tidak ingin menceritakan apa yang telah terjadi Luki memutuskan untuk segera tidur. Esok harinya ketika pagi Luki baru menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, temannya tersebut menyarankan Luki untuk memberi tahu Ibu kos berharap ada tindakan yang dapat dilakukan Ibu kos agar arwah Badrul tak bergentayangan.
Luki sempat terheran-heran mengapa Badrul bisa menerornya hingga sedemikian rupa, setelah ia pikir-pikir mungkin ini karena Luki memberitahu para debcolector letak kamar Badrul. Kemudian ia menceritakan hal seram itu kepada para penghuni kos yang lain, namun ia tidak menceritakannya pada Ibu kos dengan alasan tidak enak.
Di hari itu juga Luki memutuskan untuk pindah dari kosan tersebut, ia segera mengemas barang-barangnya dan pergi. Untungnya di kosan yang baru Luki tidak pernah di ganggu oleh sosok Badrul, tapi ia masih sering bertanya-tanya tentang kosan tersebut ke penghuni kosan di sana. Menurut penuturan temannya yang masih berada di kosan tersebut, setelah Luki pindah Badrul mulai meneror semua penghuni kos. Hingga setelah gangguan yang mereka alami semakin parah akhirnya mereka memutuskan untuk lapor ke Ibu kos, lalu Ibu kos mulai memanggil ustadz.
Ustadz tersebut menyarankan semua penghuni kos untuk melakukan tahlilan selama tiga hari saja agar dapat menenangkan arwah Badrul. Setelah diadakan tahlilan akhirnya mereka tidak pernah melihat sosok Badrul lagi.
Cerita ini merupakan kisah nyata kiriman email dari salah satu subscriber yang diceritakan oleh channel YouTube Joy Aditya. Joy menceritakan kisah ini di video yang berjudul "Diteror arwah tetangga kosan yang gantung diri, gara-gara sakit hati" berdurasi lebih dari 24 menit yang di upload pada tanggal 1 Juli 2022.
Sekian kisah teror hantu Badrul, mohon maaf jika ada informasi yang keliru dan kesalahan kata. Alangkah baiknya untuk mengirimkan al-fatihah kepada Badrul agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhannya. Terimakasih telah membaca.
Mau lihat produk terbaru di Shopee? Yuk segera temukan barang dan makanan yang Anda inginkan dengan harga terjangkau di link berikut 👇
https://mycollection.shop/rissa0110

Komentar
Posting Komentar