Tragedi Kematian Para Pendaki Gunung Kamar Dhaban Hanya Satu Orang yang Berhasil Lolos
Khamar Dhaban merupakan sebuah pegunungan yang terletak di wilayah Buryatia, Siberia Selatan, Rusia. Pegunungan ini merupakan jalur paling popular di kalangan para pendaki anak gunung Rusia.
Pada tanggal 9 Agustus 1993 sekelompok atlit kayak sedang menyusuri sungai di kaki gunung Kamar Dhaban. Dari kejauhan mereka melihat seorang wanita yang keluar dari hutan dan melambaikan tangan seperti meminta pertolongan, karena penasaran mereka mendekati wanita tersebut.
Betapa terkejutnya mereka saat melihat wanita tersebut berlumuran darah, namun darah tersebut kering seperti sudah berhari-hari. Wanita itu terlihat seperti orang linglung, begitu pun ketika ditanya oleh salah satu atlit kayak apa yang sebenarnya terjadi wanita itu hanya teriak histeris tanpa berkata apapun.
Wanita tersebut kemudian dibawa ke kantor polisi, setelah berhasil ditenangkan diketahui wanita itu bernama Valentina Utochenko atau akrab dipanggil Valya. Saat itu polisi menanyakan tentang apa yang sebenarnya terjadi, Valya bercerita bahwa dirinya sedang mendaki gunung bersama rombongannya yang berjumlah 7 orang.
Rombongan tersebut dipimpin oleh seorang wanita yang bernama Lyudmila Korovina yang berusia 41 tahun. Lyudmila merupakan pendaki berpengalaman yang sudah mengenal medan di area pegunungan Kamar Dhaban.
Pada musim panas tahun 1993 Lyudmila Korovina merencanakan pendakianya bersama Alexandra Sacha Krysin (23), Tatyana Filipenko (24), Denis Shackin (19 ), Victoria Zalezova(16), Timor Bapanov(15) dan Valentina Utochenko(17) .
Sebelum keberangkatannya mereka mempersiapkan segala sesuatu dengan sangat matang. Hingga pada tanggal 2 Agustus 1993 mereka mulai menaiki gunung. Menurut Valya pada hari ke empat nanti mereka berencana untuk bertemu dengan rombongan lain yang dipimpin oleh anaknya Lyudmila, Nathalie.
Di hari pertama pendakian berjalan dengan lancar didukung dengan cuaca yang cerah dan para pendaki pun mendaki dengan bahagia, merekapun dapat mencapai puncak dengan lebih cepat dari yang diperkirakan.
Hingga semunya berubah di hari ke tiga tepatnya tanggal 4 Agustus, cuaca yang semula cerah berubah menjadi menakutkan. Badai datang dan membuat rute perjalanan mereka semakin sulit, akhirnya Lyudmila memutuskan untuk mendirikan tenda di sebuah permukaan lapangan di gunung tersebut untuk beristirahat.
Saat malam hari tiba mereka kesulitan untuk menyalakan api karena seluruh barang-barang mereka basah terkena badai, malam itu mereka terpaksa untuk tidur tanpa penghangat badan.
Keesokan harinya pada tanggal 5 Agustus menurut jadwal yang telah ditetapkan seharusnya mereka ketemuan dengan rombongan Nathalie, namun hal itu tidak pernah terjadi.
Setelah mereka sarapan Lyudmila memutuskan mengajak semuanya untuk turun gunung karena cuaca tidak kunjung membaik. Dan kejadian janggal baru bermula disini, dimana seluruh rombongan mati satu persatu secara mengenaskan kecuali Valya.
Baru berberapa menit berjalan menuruni gunung tiba-tiba Alexandra mengalami kejang-kejang, hidung dan telinganya mengeluarkan darah dan mulutnya mengeluarkan busa. Saat itu Lyudmila memerintah Denis dan Timur untuk memimpin rombongan melanjutkan penurunan mereka.
Lyudmila menjaga Alexandra dan memerintah rombongannya untuk turun terlebih dahulu guna dapat meminta pertolongan.
Tak butuh waktu lama ketika Denis dan rombongan yang tersisa itu menuruni gunung, mereka mendengar suara jeritan histeris Lyudmila. Mereka segera kembali untuk memastikan apa yang sedang terjadi.
Pandangan yang sungguh mengerikan ketika mereka melihat Alexandra sudah terbujur kaki tak bernyawa dengan Lyudmila yang sekarat tergeletak di tanah. Dalam kondisi kacau seperti itu disusul dengan Victoria dan Timur yang mengalami gejala serupa dengan Alexandra.
Mereka jatuh ke tanah kejang-kejang, mengeluarkan darah dari hidung dan telinga serta busa dari mulutnya. Mereka juga terlihat seperti hendak merobek-robek baju mereka dan mereka tampak seperti kesulitan bernafas.
Tersisa hanya tiga pendaki yaitu Valya, Denis dan Tatyana. Sesaat kemudian Tatyana mengalami gejala yang nyaris serupa ia berusaha merobek-robek pakainya dan mencengkram lehernya. Setelah itu Tatyana jatuh tergeletak di tanah dan merangkak menuju sebuah batu besar, ia mulai membenturkan kepalanya hingga berdarah lalu meninggal.
Melihat keadaan seperti itu Denis dan Valya lari menjauh dari tempat kejadian, mereka berlari menuju hutan. Dan kemudian Denis mengalami gejala serupa dengan kawan-kawanya, saat ia tergelincir jatuh disusul dengan kejang-kejang dan mengalami pendarahan dari telinganya.
Pendakian tersebut menyisakan Valya seorang diri, melihat Denis terbujur kaku ia langsung berlari sejauh mungkin. Hingga hari mulai gelap, untungnya dia membawa tenda di ranselnya. Valya bermalak seorang diri dengan pikirannya yang kalut dan ketakutan.
Karena tidak Memiliki persediaan makanan Valya kembali ke tempat kejadian tersebut di keesokan harinya guna mencari makanan yang teman-temannya bawa. Saat ia sampai dilokasi tersebut, seluruh anggota rombongannya masih tergeletak ditempat yang sama seperti terakhir kali ia melihatnya.
Setelah itu Valya seorang diri menyusuri gunung Kamar Dhaban tersebut sambil berharap ia bertemu dengan orang-orang. Hingga akhirnya ia melihat aliran sungai dan menyusuri aliran sungai tersebut.
Beruntungnya pada saat itu ia melihat sekelompok orang sedang mengayuh kayak, lalu Valya melambaikan tangan untuk meminta pertolongan. Pada tanggal 9 Agustus 1993 ketika Valya diantarkan ke kantor polisi, sayangnya polisi tidak melakukan pencarian pada hari itu juga.
Pada tanggal 24 Agustus polisi mulai melakukan pencarian pada para pendaki tersebut dan baru dapat di temukan dia hari setelahnya. Menurut kesaksiannya tim penyelamat, kondisi jasad-jasad para pendaki tersebut dengan sangat mengenaskan bola mata mereka ada yang hilang serta tubuh mereka sudah di gerogoti cacing.
Setelah dilakukan otopsi pada jasad-jasad tersebut, diketahui bahwa mereka mereka meninggal karena hipotermia dan kekurangan protein kecuali Lyudmila yang meninggal akibat serangan jantung.
Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan kesaksian Valya yang bercerita jika teman-temannya tersebut masih dalam keadaan sehat meski sehabis diterjang badai. Hal ini menimbulkan beberapa teori konspirasi.
Teori konspirasi pertama yaitu bisa jadi para pendaki ini secara tidak sengaja melihat eksperimen rahasia para militer Russia, dan membuat mereka harus dibunuh secara diam-diam oleh militer Russia.
Teori konspirasi kedua yaitu beberapa orang berpendapat kematian mereka diakibatkan oleh racun Novichok. Racun ini sangat kuat hingga dapat menembus baju seseorang. Mengingat racun tersebut sering diuji di area dekat Khamar Daban.
Mau lihat produk terbaru di Shopee? Yuk segera temukan barang dan makanan yang Anda inginkan dengan harga terjangkau di link berikut 👇

Komentar
Posting Komentar