Kisah Menyeramkan dari Menara Saidah

Awal mula menara Saidah dibangun

Menara Saidah merupakan sebuah gedung pusat perkantoran yang di bangun pada tahun 1995 oleh PT. Hutama Karya dan selesai pada tahun 1998, awalnya gedung ini bernama Grascindo. Menara Saidah terletak di Jl. MT Haryono, Jakarta selatan which is ini adalah gedung yang terletak di pusat kota. 

Gedung perkantoran ini mulanya dimiliki oleh Mustika Ratu atas nama Mooryati Sudibyo yang somehow dilelang dan berganti kepemilikan. Sejak saat itu menara Saidah dimiliki oleh keluarga Saidah Abu Bakar Ibrahim dan kemudian berpindah tangan ke anak bungsunya, Fahmi Darmawansyah. Setelah dimiliki oleh keluarga Saidah gedung ini direnovasi besar-besaran dan menambah lantai yang semula 15 lantai menjadi 28 lantai dengan biaya pembangunan keseluruhan sebanyak Rp 50 miliar. 

Dengan biaya yang tidak sedikit ini menjadikan menara Saidah sebagai gedung yang fancy lengkap dengan arsitektur bergaya Eropa klasik dan terpampangnya di depan gedung patung Julius Caisar yang didatangkan langsung dari Italia. 

Basically menara Saidah digunakan untuk pusat perkantoran, banyak perusahaan-perusahaan yang menyewa beberapa lantai didalamnya bahkan hampir semua lantai terisi penuh. Ditambah dengan letaknya yang strategis dekat dengan stasiun kereta api, pusat perbelanjaan dan jalan utama menarik perusahaan lain untuk menempatinya.

(Sorry about my English, i'm not anak Jaksel) 


Menara Saidah mulai ditinggalkan

Meski dengan segala kelebihannya ternyata menara Saidah memiliki kekurangan dalam hal struktur pembangunannya. Terletak disamping rel kereta api dengan getaran yang dihasilkan oleh kereta membuat pondasi gedung perlahan bergeser, hal ini membuat posisi bangunan menjadi sedikit miring. Demi keamanan para karyawan satu persatu perusahaan mulai meninggalkan gedung tersebut. Sehingga pada tahun 2007 menara ini sudah kosong, karena tak ada yang merawatnya gedung pun terbengkalai hingga sekarang. 

Namun ini bukanlah satu-satunya alasan mengapa mereka memilih untuk meninggalkan menara Saidah, ada alasan tidak logis akan hal ini. Beberapa dari mereka mengaku hal ini disebabkan oleh aktivitas paranormal didalam menara Saidah. 


Cerita seram di menara Saidah

1. Wanita berbaju merah

Dulu sebelum menara Saidah benar-benar ditinggal, dua orang satpam yang sedang bertugas dihampiri oleh seorang wanita bergaun merah. Wanita itu meminta tolong untuk diantarkan ke lantai 14 menemui adiknya, salah satu dari mereka pergi mengantarkannya. Kemudian satpam itu menaiki lift bersama wanita berbaju merah, lift memang berjalan sangat lambat. Setibanya di lantai 14 ketika lift terbuka wanita berbaju merah itu hilang entah kemana. Satpam itu mulai bergidik ngeri, ia segera menekankan tombol lift agar bisa kembali ke bawah. 


2. Keranda mayat

Sekelompok anak muda datang langsung ke menara Saidah untuk merasakan aura mistis yang ada disana. Mereka memasuki menara sekitar pukul 7 malam, mula-mula mereka menaiki lift. Ketika pintu lift mulai terbuka mereka dikejutkan dengan penampakan keranda mayat tepat didepan pintu lift. 


3. Tanah bekas kuburan 

Menurut pemaparan warga sekitar menara Saidah dibangun diatas tanah kuburan, terdapat beberapa kuburan dilahan tersebut. Saat membangun sang pemilik gedung tidak dengan serius memindahkan kuburan-kuburan tersebut sehingga masih ada beberapa kuburan yang belum dipindahkan. 


4. Siluman ular

Seorang satpam yang ditugaskan untuk menjaga menara Saidah setelah resmi ditinggalkan mendapat laporan dari seseorang akan adanya siluman ular yang dapat membawa nasib baik. Hal ini ia sebutkan sebagai pesugihan, jika seseorang ingin mencari keberuntungan bisa menemui siluman ular itu. Konon diatas kepala ular itu ada mahkota. Awalnya Ujang (nama samaran satpam) tidak mempercayai hal itu, karena penasaran ia pun mencobanya. Benar saja ia dapat bertemu dengan siluman ular itu dan meminta pertolongan untuk memberi tahu nomor togel, Ujang pun mendapatkan keuntungan dari bermain togel. 


5. Tangisan wanita didalam lift

Saat menara Saidah belum begitu kosong terdapat seorang karyawan yang hendak menuju lantai atas dimana kantornya menyewa ruangan tersebut. Ia pergi seorang diri untuk mengambil dokumen yang tertinggal, ketika pintu terbuka ia diperlihatkan dengan penampilan ruangan yang kosong dan menyeramkan tanpa barang-barang yang seharusnya ada disana. Ia mencoba menekan tombol lift namun tak berfungsi, lampu lift pun mati dan tiba-tiba ia mendengar suara nafas yang berat lalu berganti dengan suara tangisan seorang wanita. Karyawan tersebut lari terbirit-birit melalui tangga darurat. 


Setelah belasan tahun ditinggalkan tentunya menara Saidah sudah tidak terawat seperti sediakala. Meski begitu masih terdapat banyak barang-barang elektronik yang dibiarkan begitu saja seperti komputer, berkas-berkas kantor, kursi dan lain-lain. Sempat ada rumor bahwa menara ini akan diambil alih oleh pemprov DKI jakarta, namun hal ini belum bisa terlaksana. 


Itulah sebagian kecil cerita seram dari menara Saidah pastinya masih banyak lagi menurut pemaparan warga sekitar. Namun kali ini hanya bisa merangkum lima dari sekian banyaknya cerita horor dan correct me if i'm wrong. Terimakasih telah membaca. 


Mau lihat produk terbaru di Shopee? Yuk segera temukan barang dan makanan yang Anda inginkan dengan harga terjangkau di link berikut 👇

https://mycollection.shop/rissa0110

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna di Balik Lilin Ulang Tahun: Tradisi, Simbolisme, dan Sejarahnya

Tomino's Hell: Puisi Terkutuk yang Dapat Merenggut Nyawa Para Pembacanya

Cerpen: Gaun Merah Maria