Hantu Herlina Santriwati yang Dibangkitkan Kembali Setelah Meninggal Untuk Membalas Dendam

Indonesia memiliki banyak jenis-jenis hantu diantaranya adalah pocong, kuntilanak, genderuwo dan lain-lain. Masih banyak jenis hantu di Indonesia bahkan tidak semua orang familiar dengan nama-namanya. Seperti hantu yang satu ini yaitu hantu Herlina, memang tidak begitu populer tapi ceritanya dipercaya merupakan kisah nyata. 

Mungkin bagi para santri di seluruh Indonesia sudah tidak asing dengan nama ini, pasalnya hantu Herlina merupakan hantu santriwati yang bergentayangan di pesantren tepatnya di daerah Jawa Timur. 

Dulunya Herlina merupakan seorang santriwati di salah satu pesantren, ia merupakan santri yang kurang populer. Sering kali teman-temannya dan para guru acuh akan keberadaan Herlina, Ia memang bukan murid yang begitu menonjol. 

Herlina juga tidak memiliki teman, ia sering kali merasa kesepian. Sebagai seorang santri pastinya Herlina menginginkan perhatian dari orang-orang disekitarnya, mengetahui dirinya tidak mendapat itu ia rela melakukan apapun demi menarik perhatian orang-orang. 

Herlina mencoba untuk belajar dengan rajin, menolong teman-temannya hingga memasak makanan bagi para santri. Namun tetap saja usahanya untuk mendapat perhatian tidak membuahkan hasil. 

Kehabisan ide untuk menarik perhatian orang-orang Herlina nekat melakukan suatu hal yang tidak terpuji, ia mencuri cincin batu akik milik Kiyai pondok pesantren tersebut. Setelah berhasil menyelinap ke kamar sang kiaya Herlina menyembunyikan cincin tersebut. 

Setelah beberapa hari berita mengenai hilangnya cincin kesayangan milik Kiyai mereka pun merebak ke telinga seluruh santri. Pondok pesantren tersebut heboh, para santri mulai bertanya-tanya dan saling mencurigai satu sama lain. 

Herlina menutup rapat mulutnya tentang hal ini, niatnya ia akan pura-pura menemukan cincin tersebut dan mengembalikannya pada sang kiaya. Pikirnya setelah itu Herlina akan mendapatkan perhatian teman-temannya dan menjadi terkenal. 

Sayangnya niat Herlina harus gugur ditengah jalan, salah seorang pengurus pesantren berhasil menemukan cincin tersebut tepat di saku Herlina saat sedang mengadakan pemeriksaan tiba-tiba. 

Hal tersebut sontak membuat Herlina panik, ia berlari menuruni tangga dengan tergesa-gesa. Saat melarikan diri sialnya Herlina terjatuh dengan sangat keras dan sedihnya Herlina harus meninggal dengan seketika. 

Para pengurus tersebut yang mengejar Herlina terkejut dan takut jika kejadian ini membuat mereka dituduh sebagai pembunuh. Para pengurus tersebut memiliki rencana untuk menguburkan jasad Herlina di bawah pohon besar di pondok pesantren tersebut. 

Para pengurus pondok pesantren menutup rapat tentang hal ini, bahkan teman-teman Herlina pun tidak mengetahui jika Herlina sudah meninggal. Para pengurus pondok membuat kebohongan dengan mengatakan bahwa Herlina kabur dari pesantren. Hari-hari pun berjalan seperti biasanya. 

Hingga musim liburan pun tiba para santri diperbolehkan untuk pulang menemui keluarga mereka. Mengetahui hal tersebut orang tua Herlina mulai cemas karena anaknya tidak kunjung pulang. Mereka memutuskan untuk pergi ke pesantren memastikan jika anaknya baik-baik saja. Sesampainya di sana orang tua Herlina mendapatkan kabar jika anaknya itu sudah lama kabur dari pondok. 

Para pengurus pondok pesantren itu juga menegaskan jika Herlina sempat mencuri cincin kesayangan milik pak kyai. Namun orang tua Herlina tidak percaya akan hal tersebut, mereka percaya jika Herlina adalah anak yang baik. Karena curiga dengan para pengurus pondok akhirnya mereka pergi ke belakang asrama untuk mencari Herlina, mulanya mereka mengira jika Herlina ada di dalam asramanya. 

Setelah mencari kesana-kemari mereka tidak menemukan anaknya tersebut. Tibalah mereka di belakang halaman pondok pesantren, ibunya melihat tumpukan tanah yang seperti baru digali si bawah pohon besar. Firasatnya mengantarkan mereka untuk menggali tanah tersebut. Tidak perlu waktu lama pada akhirnya mereka berhasil menemukan jasad anaknya tersebut. Memang belum lama jadi jasad Herlina masih dapat dikenali. 

Mengetahui hal ini ayahnya marah dan mereka memutuskan untuk membawa Herlina pulang. Alih-alih dimakamkan, orang tua Herlina belum mengikhlaskan kepergian anaknya tersebut. Mereka pergi ke seorang dukun untuk menghidupkan kembali anaknya gadisnya itu. 

Setelah pergi ke dukun benar saja jika dukun tersebut dapat menghidupkan kembali Herlina, namun pastinya itu bukan benar-benar Herlina melainkan jasad Herlina yang diisi oleh makhluk tak kasat mata suruhan si dukun. 

Tentunya hal ini tidaklah mudah, ada aturan yang harus di lakukan oleh Herlina. Untuk dapat bertahan hidup Herlina harus meminum darah setiap malam jum'at kliwon. Setelah hidup kembali orang tuanya mengembalikan Herlina ke pondok pesantren, mereka geram dan menyuruh Herlina untuk membalas dendam pada pondok pesantren tersebut. 

Sesampainya di pondok pesantren Herlina dapat beraktivitas seperti biasa, tak ada yang dicurigai darinya karena teman-temannya tidak mengetahui jika Herlina telah mati. Namun para pengurus pondok terkejut akan hal itu, sayangnya mereka tak bisa berbuat apa-apa. Jika para pengurus menceritakan hal yang sebenarnya terjadi maka hal itu bisa lebih bahaya. 

Herlina pun mengembalikan cincin milik Pak kyai tersebut tanpa berkata apa-apa, ia terlihat jadi sedikit pendiam. Teman-temannya mengira jika Herlina malu akan perbuatannya, karena itulah ia menjadi pendiam. 

Kecurigaan teman-temannya dimulai saat Herlina sering keluar kamar di tengah malam sekitar jam 12.00. Anehnya lagi ketika ada orang yang sedang salat Herlina berdiri di samping mereka dan memperhatikannya tanpa ikut salat. 

Herlina juga mulai meneror teman-temannya dengan mengambil sebelah sendal dari salah seorang yang pernah berbuat tidak baik kepadanya. Hal itu ia lakukan di setiap malam jum'at kliwon. 

Keesokan harinya orang yang kehilangan sendal tersebut akan jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dan hal ini terjadi berkali-kali. Tentunya hal ini membuat santri-santri lain ketakutan dan memilih untuk keluar dari pondok pesantren. 

Hingga akhirnya Pak kiayi turun tangan sendiri untuk menangani kasus ini. Di suatu malam Jum'at kliwon Pak kiayi bersembunyi di suatu tempat untuk melihat siapa sebenarnya dalang dari kejadian ini. Betapa terkejutnya dia ketika melihat Herlina lah pelakunya, memiliki ilmu agama yang tinggi pak kiayi tahu jika itu bukanlah Herlina melainkan ada jij yang bersemayam di tubuhnya. 

Akhirnya pak kiayi pun melakukan perlawanan kepada jin yang mengisi tubuh Herlina tersebut hingga ia berhasil mengeluarkannya. Setelah itu jasad Herlina dikembalikan pada orang tuanya, mereka juga menceritakan hal yang sebenarnya terjadi. 

Pak kiayi juga meminta maaf akan kejadian tersebut. Jasad Herlina pun akhirnya dapat dimakamkan dengan layak. Namun tetap saja semenjak kejadian tersebut namanya akan selalu dikenang. Siapa yang tahu jika Herlina belum benar-benar tenang. 


Mau lihat produk terbaru di Shopee? Yuk segera temukan barang dan makanan yang Anda inginkan dengan harga terjangkau di link berikut 👇

https://mycollection.shop/rissa0110



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna di Balik Lilin Ulang Tahun: Tradisi, Simbolisme, dan Sejarahnya

Tomino's Hell: Puisi Terkutuk yang Dapat Merenggut Nyawa Para Pembacanya

Cerpen: Gaun Merah Maria