Bukan Kaleng-kaleng Kota Saranjana Kota Jin yang Semua Penduduknya Hidup Mewah
Kota yang bikin betah.
Dimana letak kota Saranjana?
Kota Saranjana merupakan sebuah kota yang tidak dapat ditemukan dipeta manapun, tetapi ada perkiraan jika kota ini terletak di pulau Kalimantan tepatnya di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Alasan mengapa kota ini tidak dapat ditemukan yaitu karena kota Saranjana merupakan kota jin yang mana penduduknya adalah bangsa jin bukan manusia. Namun orang-orang percaya bahwa warga Saranjana memiliki penampilan seperti manusia, uniknya mayoritas dari mereka beragama Islam.
Memang keberadaan kota Saranjana ini tidak akan ditemui pada peta modern, namun ada sebuah peta jaman dulu yang dibuat oleh Muller seorang pembuat peta asal Belanda. Dalam petanya terdapat nama Tandjong Sarandjana yang terletak di sebelah selatan pulau lautlaut dan memang terletak di pulau Kalimantan.
Kota yang modern dan mewah
Menurut beberapa orang yang memiliki kelebihan untuk melihat hal yang ghaib, kota jin memang ada. Mereka mengatakan kota jin memiliki permukiman yang sama dengan permukiman manusia, namun bangsa jin itu tidak bermodernisasi mereka menggunakan sistem kerajaan dan memakai pakaian batik.
Berbeda dari kota jin lainnya kota Saranjana memiliki kehidupan yang modern dengan tata letak kota yang rapi juga masyarakat yang kaya raya. Dikatakan kota Saranjana merupakan kota yang maju meski masih menggunakan sistem kerajaan. Menurut beberapa orang yang dapat melihatnya bangunan-bangunan di kota Saranjana memiliki arsitektur yang sangat megah. Disana jalan raya terlihat lebih lebar dan dipenuhi oleh mobil-mobil mewah yang berlalu-lalang.
Jika seseorang masuk ke kota Saranjana konon ia tidak ingin kembali lagi karena takjub dengan keindahan dan keramahan orang-orang Saranjana, adapun perbedaan waktu yaitu sehari dikota Saranjana setara dengan satu tahun di sini. Nasi dan buah-buahan di sana juga lebih besar dari buah-buahan pada umumnya.
Mayoritas penduduknya berwajah cantik dan tampan
Penduduk kota Saranjana memiliki karakteristik seperti manusia pada umumnya hanya saja mereka lebih cantik dan lebih tampan, selain itu mereka tidak memiliki garis diantara bibir dan hidungnya. Untuk kehidupan sehari-hari mereka berkomunikasi menggunakan bahasa Banjar.
Meski hanya sebatas bangsa jin namun mereka merupakan umat islam yang taat beribadah, bahkan mereka juga menjalankan haji dan umrah ke tanah Suci. Mayoritas penduduk kota Saranjana berprofesi sebagai petani meski demikian mereka hidup makmur.
Tidak sembarang orang bisa melihat kota Saranjana
Dikatakan sebagai kota ghaib bukan berarti kota Saranjana tidak pernah dilihat oleh orang-orang. Nyatanya ada beberapa orang beruntung yang pernah melihat kota tersebut, mereka itulah yang menceritakan bagaimana kondisi kota Saranjana.
Orang-orang yang memiliki indra ke-enam dan taat beribadah sajalah yang dapat melihat dan berkunjung ke kota Saranjana ini. Namun jika seseorang sedang berkunjung ke sana mereka dilarang untuk memakan makanan ataupun mengambil sesuatu dari sana, jika melanggar hal tersebut mereka akan selamanya tinggal disana.
Hebatnya masyarakat kalimantan percaya akan keberadaan kota ghaib ini, menurut beberapa kesaksian mereka pernah mendengar lantunan musik ataupun suara bising kendaraan yang berasal dari bukit ditengah laut yang diyakini sebagai tempat kota Saranjana itu. Bahkan ada beberapa laporan yang mengatakan banyaknya pesanan mobil-mobil mewah yang dikirim dari kota Surabaya ke kota Saranjana.
Kejadian unik yang berhubungan dengan kota Saranjana
Kejadian pertama terjadi pada kapal feri yang mengangkut penumpang dari Tanjung Serdang Kotabaru tapi ketika sampai di pelabuhan Batulicin penumpang tersebut hilang entah kemana. Diyakini penumpang tersebut merupakan penduduk kota Saranjana.
Kejadian kedua terjadi pada seorang kurir yang mengantarkan alat-alat berat konstruksi ke pulau Kalimantan dari Jakarta yang menunjukkan pada alamat kota Saranjana, namun pemerintah setempat mengatakan tidak ada kota Saranjana. Kerennya pesanan tersebut telah dibayar lunas oleh seseorang yang memesannya dari kota Saranjana.
Kejadian ketiga terjadi pada grubband Adaband yang sedang melakukan konser di Kalimantan. Saat itu tiket yang terjual hanyalah sekitar 7000an saja namun ketika konser dimulai jumpa penonton bertambah dua kali lipat yaitu sekitar 14000 orang. Seramnya lagi ketika grub Adaband turun dari panggung mereka melihat penonton tiba-tiba lenyap begitu saja, padahal hanya ada satu jalan keluar.
Kejadiannya lainnya terjadi pada seorang warga Kalimantan yang kakeknya diculik oleh penduduk kota Saranjana untuk dijadikan imam dimasjid kota Saranjana. Lalu ada nenek yang hilang beberapa waktu dan menurut penglihatan orang alim dia masih hidup namun menetap di kota Saranjana.
Seramnya lagi menurut salah seorang warga sekitar yang dikenal dengan sebutan Pua Leba, ia mengatakan anak-anak penduduk kota Saranjana beberapa memilih sekolah di sekolahan manusia di daerah sekitar. Dan beliau juga mengatakan warga Saranjana terkadang berbelanja di dunia manusia namun tak akan ada yang mengetahuinya karena kemiripan mereka dengan manusia.
Dari adanya cerita mengenai kota Saranjana ini bisa menambah kepercayaan kita pada hal-hal ghaib yang tidak selalu buruk seperti setan dan hantu. Nyatanya kita dapat hidup berdampingan dengan mereka. Sekian informasi mengenai kota Saranjana, semoga dapat menambah wawasan para pembaca.
Mau lihat produk terbaru di Shopee? Yuk segera temukan barang dan makanan yang Anda inginkan dengan harga terjangkau di link berikut 👇

Komentar
Posting Komentar