Sejarah Kelam Wabah Black Death yang Menewaskan Sepertiga Penduduk Eropa

Pada tahun 1346 penduduk Eropa di repotkan oleh menyebarnya wabah black death yang membunuh kurang lebih 200 juta jiwa atau setara dengan 2/3 penduduk Eropa pada masa itu. 


Wabah black death diketahui merupakan penyakit pes yang ditularkan melalui hewan-hewan pengerat seperti tikus dan kutu. Wabah ini ditularkan kepada manusia yang telah bersentuhan langsung dengan hewan yang terinfeksi, hingga akhirnya menular dari manusia ke manusia. 


Sesuai dengan namanya wabah ini membuat kulit penderita menjadi hitam secara perlahan akibat pendarahan subdermal. Pada awalnya penyakit ini diberi nama "Great Mortality" (Mortalitas Besar) oleh para penulis. 


Penyakit ini diklasifikasikan menjadi tiga jenis menurut penularannya : 

1. Penularan pes yang pertama biasanya mengenainya kelenjar getah bening, leher maupun pangkal paha. Muncul berupa benjolan sebesar telur hingga sebesar apel dengan cairin bernanah. Biasanya ditularkan melalui kutu yang menggigit tikus dan menyebarkannya ke manusia. 

Beberapa orang akan selamat setelah terkena meski begitu jangka waktu hidup mereka hanyalah selama tujuh hingga sepuluh hari. 

2. Pnemonia, yaitu menular melalui udara dan menyerang sistem pernapasan seperti paru-paru. Seseorang yang menghirup udara langsung dari penderita akan tertular dan menginfeksi sistem pernapasannya. Harapan hidup penderita hanya sekitar 1-2 hari saja. 

3. Septicema, yaitu wabah yang menyerang darah. Biasanya ditularkan melalui gigitan hewan pengerat yang telah terinfeksi. Bisa juga menular setelah kontak langsung dengan penderita. 


Kedatangan kapal-kapal pedagang ke Italia menjadi tombak awal menyebarnya wabah di daratan Eropa, diketahui wabah ini berasal dari Asia yang dibawa oleh prajurit dan pedagang. 

Saat itu pelabuhan dihebohkan dengan pemandangan mengerikan terkait sejumlah awak kapal yang terbujur kaku dan sekarat dengan sejumlah bisul berisi darah dan nanah, kulit mereka terlihat menghitam. 


Pihak pelabuhan menyuruh sekitar 20 kapal untuk memutar balik tetapi hal ini sudah terlambat. Setelah itu penyakit black death ini penyebar dengan cepat, sejumlah penduduk Eropa kemudian memiliki gejala-gejala yang diderita oleh para awak kapal. Selain timbul bisul dan menghitam di area kulit, penyakit ini juga menimbulkan diare, muntah darah dan demam pada penderitanya. 


Seiring berjalannya waktu penderita penyakit black death kian bertambah, kengerian ini dapat dilihat dari banyaknya jasad manusia yang tergeletak dijalanan karena tidak ada yang ingin menolongnya. Parahnya lagi hal ini mengubah aktivitas sosialisasi mereka membuat rentangnya hubungan antar tetangga, begitupun orang tua yang mengetahui anaknya sakit namun memilih untuk tidak menjenguknya. 


Kala itu pemerintah dibantu oleh pada dokter yang memang belum berpengalaman dengan wabah dahsyat ini. Demi dapat berinteraksi dengan para penderita, dokter menggunakan masker yang menyerupai paruh burung menutupi seluruh wajahnya dengan menyisakan dua lubang ditutupi kaca untuk mata mereka. Dalam paruh burung itu sebenarnya mereka menaruh wewangian seperti rempah-rempah dan ektraks mawar agar tidak terciuk bau bangkai dari mayat-mayat pasien. 

Mereka juga tak lupa memakai sarung tangan dan membawa tongkat untuk berinteraksi dengan penderita tanpa menyentuhnya langsung, mereka menyebutnya sebagai Plague Doctor ( dokter wabah). Meski telah terlindung oleh pakaian rancangannya, tidak sedikit dokter yang gugur karena terkena penyakit ini. 


Jasa dokter wabah sangatlah berharga kala itu, kehadiran mereka merupakan suatu hal yang istimewa. Berkat itu pemerintah memberikan keistimewaan bagi para dokter dengan mengijinkan mereka melakukan eksperimen apapun. Tujuan mereka adalah menemukan penangkal untuk menghentikan wabah ini, namun tak jarang beberapa dari dokter wabah menggunakan hal ini untuk semena-mena. Mereka mulai melakukan percobaan-percobaan tak masuk akal seperti menyuruh pasien untuk berendam dia air cuka dan memotong beberapa bagian tubuh pasien. Pandangan masyarakat pun terhadap dokter wabah berubah, masyarakat lebih suka menyebutnya sebagai malaikat pencabut nyawa. 


Wabah black death berakhir pada tahun 1352 setelah pihak pelabuhan mulai mengetahui kiat-kiat pencegahan penyebaran penyakit ini. Mereka mengisolasi terlebih dahulu para pendatang selama 30-40 hari. Meski begitu penyakit pes ini tidak pernah hilang secara keseluruhan di dunia, hanya saja penanganan dan pencegahan di zaman modern lebih canggih sehingga dapat meredam penyebaran wabah ini. 




Komentar

  1. Wow mengerikan juga sejarahnya ya... Nice info!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna di Balik Lilin Ulang Tahun: Tradisi, Simbolisme, dan Sejarahnya

Tomino's Hell: Puisi Terkutuk yang Dapat Merenggut Nyawa Para Pembacanya

Cerpen: Gaun Merah Maria