Hantu Kumkum Pemburu Darah Perawan dari Malaysia
Cerita hantu kali ini berasal dari negeri Malaysia yaitu hantu kum kum. Diperkirakan hantu ini populer pada tahun 80 hingga 90an, lebih tepatnya didaerah Johor Malaysia. Kata kum kum sendiri berasal dari suku kata terakhir "assalamu'alaikum" Seperti namanya hantu yang satu ini sering menyebutkan kum kum.
Hantu kum kum memiliki penampilan yang kurang enak dipandang, kulitnya bernanah dan bororokan seperti luka bakar yang paling parah adalah dibagian wajahnya. Hampir seluruh wajahnya ditutupi luka hingga membuat bibirnya kaku, itulah mengapa ia hanya bisa mengucapkan "kum.. Kum.." Saat mengetuk pintu rumah warga.
Biasanya hantu Kumkum akan berkeliling desa pada tengah malam, ia mengenakan hijab panjang untuk menutupi wajahnya kemudian mengetuk pintu sambil mengucapkan "kum.. Kum.." Jika pemilik rumah membukakan pintu maka ia akan menikam gadis perawan didalam rumah itu dan meminum darahnya.
Terdapat beberapa versi mengenai asal-usul hantu Kumkum, berikut adalah salah satu versi yang paling banyak dipercaya oleh warga Malaysia.
Diceritakan seorang wanita cantik yang kian hari semakin tua, sebab itu kecantikannya perlahan memudar. Tak ingin terlihat tua dan jelek ia pergi ke orang pintar (Dukun) untuk memperbaiki kerutan-kerutan di wajahnya. Dukun itu memberikan ramuan kepadanya untuk diminum, setelah selesai sang dukun memberikan pantangan yang harus dia hindari yaitu jangan melihat cermin sekitar satu bulan.
Hari demi hari ia lewati tanpa melihat cermin, wanita itu mulai merasakan sesuatu yang beda dalam dirinya. Wajahnya semakin halus ketika ia mencoba merabanya, keyakinannya bertambah ketika orang-orang disekitarnya memuji-muji kecantikannya, tidak sampai disitu bahkan para pria pun banyak yang jatuh hati kepadanya. Akhirnya ia tahu bagaimana rasanya jadi perempuan cantik.
Namun hanya tinggal beberapa hari saja untuk menyelesaikan pantangannya, ia semakin penasaran akan wajahnya. Wanita itu memutuskan untuk melihat cermin. Betapa terkejutnya dia ketika melihat wajahnya tidak secantik yang ia harapkan, bayangan wajahnya dicermin terlihat sangat mengerikan bahkan lebih jelek dari wajah terdahulunya. Wajahnya dipenuhi luka dan bernanah, ia menangis dan berteriak histeris.
Gadis itu pun pergi kembali ke dukun dan bertanya akan hal ini, ia juga meminta permohonan maaf karena telah melanggar pantangan. Si dukun kecewa atas perbuatan pelanggannya itu.
Tidak ingin memiliki wajah yang buruk rupa ia kembali bertanya pada dukun akan kesembuhan kulitnya itu, lalu dukun itu mengatakan bahwa satu-satunya cara agar bisa menyembuhkan kulitnya yaitu dengan mengoleskan darah gadis perawan pada kulitnya dan meminumnya.
Tidak disangka wanita itu berani melakukan hal yang sangat tidak lazim, ia berkeliling kampung pada tengah malam mengetuk rumah warga yang sekiranya terdapat gadis perawan untuk diambil darahnya. Ia mengetuk pintu seraya berkata,
"kum.. Kum.. "
Ketika si pemilik rumah membuka ia langsung menghampiri gadis perawan dan menikamnya dengan pisau yang ia bawa, lalu mengoleskan dan meminum darahnya.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa wanita itu membutuhkan lebih dari 10 gadis perawan agar mengembalikan wajahnya, maka dari itu rutinitas mencari mangsa ini ia lakukan berkali-kali di setiap malam hingga berapa gadis perawan di desa telah kehilangan nyawanya. Kala itu beritanya semakin beredar luas dan membuat resah para warga desa di Johor, Malaysia.
Setelah berhasil menghabisi para perawat sayangnya kecantikan wanita itu tidak kembali, wajahnya tetap hancur tanpa berubah sedikitpun. Akhirnya ia menjadi kesal dan terus melakukan pencarian darah perawan tersebut karena tak ingin terlihat buruk rupa. Sang dukun yang mengetahui hal itu sudah melewati batas ia memutuskan untuk membunuh wanita tersebut.
Memiliki urusan yang belum selesai wanita tersebut bergentayangan mengelilingi desa sambil melakukan kegiatan terakhirnya yaitu berburu darah gadis perawan. Dipercaya hingga saat ini hantu Kumkum masih berkeliaran di negara Malaysia.
Dari kisah hantu Kumkum kita dapat belajar untuk lebih mensyukuri apa yang telah Tuhan anugrahkan pada kita dan lebih mencintai diri sendiri. Sekian cerita kali ini semoga bisa menghibur kalian semua.

Komentar
Posting Komentar