Gua Nutty Putty Tempat Peristirahatan John Jones Selamanya
Gua Nutty Putty terletak di sebelah barat danau Utah di Utah County Amerika Serikat. Ditemukan pada tahun 1960 oleh Dale Green seorang caver (penjelajah gua). Gua Nutty Putty adalah gua hidrotermal yaitu gua yang terbentuk oleh pemanasan dari sebuah cairan magma didalam gua. Akibatnya gua tersebut memiliki pola yang lebih dinamis. Gua Nutty Putty saat ini dimiliki oleh Utah School anda Institusional Trust Lands Administration dan dikelola oleh Timpanogos Grotto.
Gua Nutty Putty menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa dan pasukan pramuka karena memiliki jalur yang licin dan sempit. Dengan jalur yang menantang adrenalin, Nutty Putty bisa dikunjungi sekitar 5.000 pengunjung per tahunnya. Dengan medan yang begitu sempit dan licin membuka kemungkinan bagi orang-orang untuk tersangkut disana. Seperti ketika pada tahun 1999 hingga 2004 tercatat ada 6 orang yang pernah terjebak didalamnya, tapi mereka berhasil keluar hidup-hidup. Alhasil pihak pengelola harus menutup gua Nutty Putty pada tahun 2004.
Di tahun 2009 gua Nutty Putty dibuka kembali, Hanya sekitar 6 bulan dari sejak di bukanya kembali lagi-lagi gua itu menelan korban yaitu seorang pria bernama John Jones. Kali ini cukup tragis hingga menyebabkan gua Nutty Putty harus di tutup selamanya.
John sering menjelajahi gua saat ia kecil bersama adiknya Josh dan ayahnya untuk liburan didaerah Utah. Meski begitu ia belum pernah mengunjungi gua Nutty Putty. Setelah lama tak menjelajahi gua John memutuskan untuk kembali menjalani hobi lamanya itu bersama Josh dan mereka memilih gua Nutty Putty sebagai penaklukan selanjutnya. Saat itu John sedang berada di puncak karirnya.
Pada tanggal 24 November 2009 di hari rabu John pergi bersama Josh dan 11 orang lainnya yang merupakan teman dan kenalan mereka memasuki gua nutty putty. Mereka menantang adrenalin untuk menaklukkan gua yang terbilang cukup sempit dan licin itu.
Pada awalnya semua berjalan lancar John berserta temannya yang lain menuruni gua itu. saat itu John ingin menantang dirinya melewati jalur yang terkenal sulit yaitu birth canal (saluran kelahiran) sesuai dengan namanya jalur ini memang sangat sempit dan menuju ke tempat yang lebih luas yang mereka sebut big slide.
Sayangnya John melakukan kesalahan alih-alih belok ke kiri ia malah belok ke kanan. John melihat lubang vertikal yang menjorok kebawah, ia mencoba memasuki nya dengan kepalanya terlebih dahulu berharap dapat menemui jalur yang lebih luas (big slide). John harus menahan nafasnya dan menggerakkan jarinya untuk mendorong badannya agar bisa masuk. Bukannya menemukan jalur yang lebih luas ia hanya melihat jalan buntu, John memasuki jalur Ed's push dimana jalur ini tidak mengarah kemanapun dan belum dipetakan adapun celah tetapi itu tidak akan bisa dilalui oleh manusia. Mengingat perjuangan John untuk memasuki celah itu kini badannya pun terjebak disitu, ia tidak bisa bergerak sama sekali. Satu tangannya terhimpit oleh dadanya sedangkan kakinya diatas tak bisa melakukan apapun. Kini ia terjebak dicelah dengan diameter sekitar 25 x 46 cm dan jauh 120m dari pintu masuk gua.
Josh adalah orang yang menemukan kakaknya itu pertama kali, menyadari ada yang salah ia mencoba menarik kaki John namun usaha itu tidak membuahkan hasil karena Josh juga berada di tempat yang terbilang sempit bahkan kini John terperosok lebih dalam. Untungnya Josh masih bisa bergerak mundur dan berusaha mencari pertolongan. Sedangkan teman yang lainnya tetap didalam gua.
Susie adalah seorang penyelamat pertama yang datang kelokasi itu, saat itu waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu malam dan John sudah terjebak selama 3,5 jam. Dengan posisi kepala yang dibawah membuat aliran darah John turun ke kepalanya jantungnya pun harus memompa darah lebih keras agar dapat mengalirkan darah keseluruhan tubuhnya.
"Hi John, namaku Susi Bagaimana kabarmu?"
" Hai Susi, Terima kasih sudah datang. Tapi aku benar-benar ingin keluar"
Setelah beberapa jam kemudian puluhan tim penyelamat pun datang, beberapa orang dari mereka turun ke gua dan sisanya menunggu diatas. Salah seorang tim penyelamat yang terdekat dengan John mencoba berkomunikasi dengannya. Dia sempat bisa melakukan kontak mata dengan John, terlihat wajahnya kotor dan matanya merah ia sangat kelelahan. Meski begitu John masih bisa tersenyum.
" Apa kabarmu? "
"Menyebalkan sekali. Aku terbalik. Aku tidak percaya aku terbalik. Kakiku membunuh ku"
Keadaan gua yang begitu sempit dan licin memang menjadi kendala untuk tim penyelamat kala itu, sedangkan John mulai kesulitan bernafas ia sesekali panik hingga salah satu tim penyelamat menenangkannya dan memberinya minum melalui selang untuk mencapai kepala John yang ada dibawah.
Mereka juga sempat mengulurkan kabel radio agar John bisa berbicara dengan istrinya, Emily yang menunggu dipermukaan.
Diatas sana sudah terdapat helikopter, ambulan, tim medis, tim penyelamat bahkan salah satu berita lokal sempat melakukan siaran ditempat lokasi saat itu juga.
Saat ini John sudah terjebak selalu 19 jam.
Tim penyelamat mengebor dinding gua agar bisa dipasang alat untuk memasang tali katrol yang nantinya diharapkan dapat menarik tubuh John. Karena langit-langit diatas kaki John terlalu dangkal jadinya mereka tidak dapat menariknya langsung secara vertikal. Sekitar 9 orang yang menarik tali itu, mereka juga sempat beristirahat dulu karena lelah. Mereka menarik perlahan tali katrol itu, sesekali John merasa kesakitan. Keadaan pun terlihat membaik tubuh John perlahan mulai bisa terangkat.
Namun pada tarikan ke empat tiba-tiba alat yang ditancapkan ke dinding gua terlepas dan membuat bongkahan dari dinding tersebut menimpa seorang penyelamat yang terdekat dari John. Katrol tersebut terputus, sedihnya pengangkatan melakukan katrol adalah satu-satunya cara untuk mengeluarkan John.
Sebelumnya seorang remaja yang berusia 16 tahun juga pernah terjebak di gua ini dan ditarik menggunakan katrol yang sama, kala itu ia bisa dikeluarkan hidup-hidup. Pada kasus John memang sedikit lebih sulit karena John memiliki tinggi sekitar 180 cm dan berat sekitar 90kg, wajar jika katrol tersebut tidak kuat terlebih celah yang dilalui John lebih sempit ditambah posisi John dengan Kepala dibawah yang mempersulit keadaan.
Sang penyelamat tersebut sempat pingsan beberapa saat hingga siuman dan matanya tak dapat menangkap keberadaan John karena debu dari bongkahan dinding gua. Beberapa saat kemudian ia dapat melihat John. Mirisnya John terperosok lagi kedalam celah itu bahkan kali ini ia terlihat lebih dalam dari sebelumnya.
Karena terluka cukup parah dibagian wajahnya ia terpaksa harus dilarikan kerumah sakit.
Seorang penyelamat yang lain mencoba memanggil John tapi tidak mendapatkan balasan, ketika ia mendekati John nafasnya mulai melambat.
Seorang ahli medis berusaha merangkak kedalam untuk melihat kondisi John. Pada tengah malam 25 November 2009 John dinyatakan meninggal dunia dan dia baru berusia 26 tahun.
Ia meninggalkan seorang anak perempuan yang bernama Lizzie hanya berusia satu tahun dan seorang istri yang sedang mengandung anak keduanya. John meninggal sehari sebelum perayaan thanksgiving.
Para tim penyelamat sudah mulai kelelahan dan mereka juga merasa kondisinya tidak aman bagi para penyelamat lainnya.
Setelah upaya dari 137 orang penyelamat yang dilakukan selama 27 jam mereka harus keluar dengan tangan kosong. Jasad John terpaksa harus ditinggalkan disana. Keluarga John dengan berat hati menerima kenyataan bahwa putra mereka meninggal dalam keadaan yang sangat buruk.
Dengan kesepakatan bersama seminggu kemudian Otoritas publik memutuskan untuk menutup gua Nutty Putty selama-lamanya demi menghindari kasus yang serupa.
Setelah kematian John pihak keluarganya memasang plakat seperti batu nisan untuk mengenang John dan mengapresiasi kasar para tim penyelamat di pintu masuk gua. Kini John sudah tenang dan tidak merasakan sakit lagi, jasadnya memang terjebak didalam sana tapi John sudah bebas diatas sana. Berkat John kini tidak akan ada lagi korban selanjutnya.
Dari kasus ini kita bisa belajar bahwa tidak ada buruknya menghabiskan liburan dirumah dengan TV dan keluarga.





Komentar
Posting Komentar