Cheonyeo Gwishin dan Chonggak Gwishin Hantu Korea yang Harus Dinikahkan

Beberapa orang didunia ini mempercayai bahwa ketika seseorang meninggal maka arwahnya akan menjadi hantu. Seperti yang dipercayai kebanyakan orang ketika orang meninggal dan masih memiliki urusan yang belum terselesaikan maka arwahnya akan bergentayangan menghantui orang-orang yang masih hidup. Tentunya tujuan mereka tidak lain adalah meminta tolong atau membalas dendam, adapun hantu yang hanya sekedar iseng saja. 

Di Indonesia sendiri mempercayai akan hal tersebut, terlebih dengan beredarnya kisah seram mengenai hantu kuntilanak hingga pocong yang diwarisi oleh nenek moyang kita. Begitu pula di Korea, negera di bagian Asia Timur ini masyarakat nya mempercayai akan arwah gentayangan. Korea pun tak luput dari cerita seram para hantu yang diwariskan oleh orang terdahulu mereka, salah satunya hantu Cheonyeo Gwishin dan Chonggak Gwishin. Konon mereka adalah arwah yang dinikahkan, penasaran apa yang terjadi dengan mereka? Yuk simak ceritanya.

Terletak di benua Asia menjadikan budaya masyarakat Korea penuh akan adab dan tata krama pada orang yang lebih tua. Hal itu yang menjadikan setiap wanita di Korea memiliki tanggung jawab untuk melayani Ayah, suami dan anak lelaki mereka. Jika seorang gadis meninggal sebelum sempat melakukan kewajiban itu konon dia akan menjadi Cheonyeo Gwishin. Sama halnya dengan para pria yang belum sempat melakukan kewajiban melayani Ibu, istri dan anak perempuannya dia akan menjadi Chonggak Gwishin. 

Cheonyeo Gwishin di gambarkan sebagai wanita berambut yang sangat panjang dan hitam, bermuka rata dan mengenakan sobok (gaun tradisional Korea yang dipakai jika seorang telah meninggal). Sedangkan Chonggak Gwishin biasanya mengenakan pakaian yang terakhir kali mereka sebelum meninggal, meski begitu Chonggak Gwishin lebih jarang ditemui.Kuburan, gedung, sekolah dan rumah sakit yang terbengkalai menjadi tempat favorit Gwishin untuk mangkal.

Gwishin dipercaya akan bergentayangan disekitar orang yang dia kenal hingga keluarganya agar mereka tidak bisa tenang seperti dirinya. Bahkan Gwishin juga bisa mengganggu pasangan yang sudah menikah supaya mereka berpisah. Gwishin juga akan menggangu siapapun agar kehidupannya tidak bahagia. 

Warga Korea di jaman dulu ketika desa mereka dihantui oleh Gwishin, mereka akan membuat patung Phallic yang dipercaya bisa menenangkan arwah mereka. Hal yang lebih menarik adalah mereka akan menikahkan Cheonyeo Gwishin dan Chonggak Gwishin agar mereka bisa tenang dan bahagia bersama diakhirat, konon ini adalah salah satu cara untuk menenangkan arwah mereka.


Itulah penjelasan dari Cheonyeo Gwishin dan Chonggak Gwishin. Sudah membuat bulu kuduk merinding?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna di Balik Lilin Ulang Tahun: Tradisi, Simbolisme, dan Sejarahnya

Tomino's Hell: Puisi Terkutuk yang Dapat Merenggut Nyawa Para Pembacanya

Cerpen: Gaun Merah Maria