Charlie No Face Urban Legend di Amerika yang Memiliki Kisah Sedih
Charlie no face atau dalam bahasa indonesia diartikan sebagai Charlie tak berwajah adalah salah satu urban legend yang paling terkenal di Amerika tepatnya di state Pennsylvania. Sesuai namanya Charlie merupakan seorang pria yang tidak memiliki wajah, menurut beberapa saksi ia sering muncul di jembatan Wallace Run untuk berjualan ice cream. Konon dia tidak lah berbahaya tetapi jika menatapnya atau meledeknya ia akan mengejar.
Meski kebanyakan urban legend hanya sebuah mitos belaka namun tidak dengan yang satu ini, Charlie no face nyatanya benar-benar ada. Ia adalah seorang manusia bukanlah hantu ataupun siluman.
Diceritakan pada tahun 1919 seorang anak berusia 8 tahun bernama Raymond Robinson sedang bermain dengan teman-temannya, saat melewati jembatan Wallace Run Ray memanjat samping jembatan hendak melihat sarang burung yang tergantung disana. Di jembatan itu terdapat kabel listrik yang beraliran 22 ribu volt, naasnya Ray tak sengaja menyentuh kabel itu dan tersengat aliran listrik.
Ray tak sadarkan diri dan dibawa kerumah sakit, kejadian inilah yang membuat hidupnya berubah total. Dokter memang bisa menyelamatkan nyawanya tapi Ray harus kehilangan hidung dan matanya serta tangan kirinya dari bawah sikut. Hal ini membuat Ray terlihat berbeda dari sebelumnya.
Ini bukanlah kasus pertama setahun yang lalu dari kejadian Ray, seorang anak bernama Robert Littel juga tersengat listrik di kabel yang sama sayangnya nyawa Robert tidak tertolong.
Dengan kondisinya yang sangat memprihatinkan, Ray mengurung dirinya dirumah pada siang hari. Hingga saat ia beranjak remaja Ray akan keluar di malam hari untuk sekedar berjalan-jalan seorang diri atau pun pergi ke bar untuk minum beer. Hal itu ia lakukan tentunya untuk menghindari cacian orang-orang.
Ray akan memulai jalan-jalan malamnya pada pukul 10 memulai rute 351 dan kembali ke rumah saat tengah malam. Dibeberapa malam ia pernah tidak pulang karena pingsan dijalan setelah terlalu banyak minum beer.
Informasi tentang kondisi wajah Ray itu kian menyebar ke seluruh daerah, Orang-orang telah mengetahuinya. Bahkan ketika Ray sedang berjalan dimalam hari tak jarang ada orang yang menghampirinya dan menipunya memberikan botol beer berisi air seni. Dilain waktu ia juga pernah diajak oleh seseorang untuk pergi ke bar lalu akhirnya Ray diturunkan ditengah jalan yang tidak ia ketahui.
Meski demikian ternyata Ray masih memiliki teman, ia dikenal sebagai orang yang baik, hangat dan ceria. Karena itu teman-temannya sering mengajaknya minum ke Bar. Ia juga seseorang orang yang suka bercerita dan berbagai rokok serta beer bersama orang-orang yang ia temui di bar.
Nama Charlie entah berasal dari mana, itu hanyalah julukan bagi Ray yang di cetuskan oleh orang-orang sekitar. Legenda menyebutkan sebagai hantu atau siluman yang mengalami cacat diwajahnya karena kecelakaan. Padahal Ray benar-benar pernah hidup dan bukanlah makhluk mitologi.

Komentar
Posting Komentar