Orang Amerika Juga Percaya Takhayul

 

Takhayul atau dalam bahasa Inggrisnya superstition merupakan suatu hal yang belum pasti kebenarannya namun banyak dipercayai oleh beberapa orang di dunia. Orang Indonesia bisa menyebutnya sebagai pamali, menurut KBBI takhayul sendiri memiliki arti " Sesuatu yang hanya ada dalam khayal belaka". 

Di Indonesia sendiri masih banyak yang percaya bahwa membuka payung didalam ruangan dianggap pamali atau jangan tidur disore hari nanti bisa gila. Ternyata di negara adidaya seperti Amerika juga masih ada beberapa orang yang mempercayai takhayul, pastinya jenis-jenis takhayul di Amerika berbeda dengan di Indonesia. Dibawah ini adalah takhayul yang masih dipercayai oleh orang Amerika.


1. Spilling the salt ( menumpahkan garam)

Orang Amerika percaya jika kalian tidak sengaja menumpahkan garam itu pertanda ada setan yang sedang mengintai atau hal buruk akan terjadi. Jika ini terjadi kalian harus mengambil sejumput garam dan melemparkannya ke belakang melalui pundak kiri, dengan demikian garam tersebut bisa membutakan mata setan dan membuatnya tak berdaya.

Kembali kemasa lalu dimana garam menjadi barang yang sangat berharga, karena langka dan harganya yang mahal. Bahkan Kata salary (gaji) berasal dari kata "sal"( nama latin untuk garam), kemungkinan dikarenakan tentara Romawi kuno menerima garam sebagai imbalan mereka. Bumbu dapur menjadi simbol kemewahan pada saat itu, karena itulah menumpahkan garam merupakan suatu pemborosan atau tindakan yang akan membawa nasib buruk.


2. Don't break a mirror ( jangan pecahkan kaca)

Memecahkan cermin dengan sengaja akan membuat kalian bernasib sial selama tujuh tahun, konon memecahkan cermin berarti menghancurkan jiwa karena cermin dapat memantulkan bayangan diri kita.

Memecahkan cermin menjadi berkeping-keping membuat jiwa kita seakan-akan hancur dan tidak bisa melindungi diri kita dari nasib buruk. Nasib buruk yang di maksud bisa seperti kehilangan teman terdekat maupun kematian seseorang dalam anggota keluarga.

Bangsa Yunani kuno meyakini bahwa bayangan kita di air menggambarkan jiwa kita. Sedangkan para pengrajin Romawi yang membuat cermin percaya bahwa dewa mengamati mereka melalui cermin, karena itulah merusak cermin dianggap tidak sopan. Bangsa Romawi juga percaya jika tubuh akan memperbarui dirinya setiap tujuh tahun, sebab itu nasib sial akan hilang setelah tujuh tahun kemudian. Kedatangan bangsa Eropa ke benua Amerika juga mempengaruhi tersebarnya kepercayaan ini.


3. 13 unlucky number (angka sial)

Angka 13 dipercaya merupakan angka kesialan, tidak hanya di Indonesia bahkan di seluruh dunia termasuk Amerika. kepercayaan akan angka 13 yang membawa kesialan dapat terlihat dari beberapa gedung apartemen yang menghilangkan lantai ke-13 hingga kursi penonton di bioskop pun menghindari urutan nomor ini. 

Menitik balik kebelakang sederet peristiwa yang berhubungan dengan angka 13 ini seperti lukisan Leonardo Davinci yang berjudul "the last supper" Dalam lukisan tersebut terdapat 13 murid Yesus yang hadir dalam perjamuan makan malam terakhir itu. Yudas Iskariot duduk di kursi ke 13 yang mana akhirnya ia menjadi pengkhianat Yesus. 


Adapun peristiwa zaman Viking yang pada saat itu Loki dewa ke 13 datang ke perjamuan Valhalla untuk mengganggu, padahal saat itu yang diundang hanya 12 dewa. Saat itu pula dewa Baldr dibunuh oleh saudaranya menggunakan tombak yang diberikan oleh Loki.


4. Four leaves clover🍀 ( semanggi berdaun 4)

Di dunia barat kepercayaan mengenai daun semanggi berhelai empat yang membawa keberuntungan merupakan suatu hal yang tidak asing bagi mereka, bahkan banyak yang mempercayainya.

Umumnya daun semanggi memiliki tiga helai tapi beberapa orang menemukan semanggi dengan empat helai, konon jika menemukannya maka orang itu akan beruntung. Semanggi berdaun empat juga merupakan simbol dari keberuntungan, cinta, kesuksesan dan kesehatan. 

Ada banyak cerita mengenai daun semanggi berhelai empat, khususnya dari dunia barat. Menurut legenda Kristen ketika Hawa turun ke bumi dia membawa daun semanggi berhelai empat dari surga, saat itu mereka percaya bahwa daun semanggi merupakan berkah dari surga. 

Anak-anak pada abad pertengahan ketika menemukan daun semanggi berhelai empat dipercayai mereka akan melihat peri. 

The Druids (Pendeta Celtic) pada masa awal Irlandia percaya jika membawa daun semanggi berhelai empat dapat melindungi mereka dari roh jahat dan menangkal hal buruk. 

Saint Patrick seorang penyebar agama Kristen di Irlandia menggunakan daun semanggi berhelai tiga untuk melambangkan Trinitas yang terdiri dari Tuhan, anak dan roh kudus sedangkan daun semanggi yang berhelai empat sebagai keberuntungan. 

Daun semanggi berhelai empat terbilang sangat jarang dan memiliki skala 1:10.000 maka dari itu menemukan daun semanggi berhelai empat adalah sebuah keberuntungan dan membawa kebahagiaan.


5. Penny (uang koin)

Menemukan uang dijalan tentunya membuat hati senang, sama hal nya dengan takhayul yang satu ini. Di koin Amerika terdapat dua sisi yaitu sisi bergambar kepala di sebut head(kepala) dan yang sebaliknya disebut tail(buntut). Jika kalian menemukan uang koin dengan posisi head di atas maka kalian boleh mengambilnya, mereka percaya itu bisa membawa keberuntungan sepanjang hari. Tapi jika menemukan uang koin dengan tail diatas jangan mengambilnya, balikan koin tersebut biarkan orang lain mengambil dan mendapatkan keberuntungan.

Kembali pada jaman dimana rakyat peradaban kuno percaya bahwa logam merupakan hadiah dari dewa, maka dari itulah uang koin bisa membawa keberuntungan. 

Seperti halnya di Irlandia pada tahun 1987 dimana uang setengah sen di berhentikan peredarannya, kelangkaan tersebut membuat siapa saja yang menemukan uang koin merupakan suatu keberuntungan.


6. Knock on wood ( mengetuk kayu)

Mengetuk kayu ketika sedang membicarakan keburukan agar bisa terhindar dari hal buruk rupanya sudah menjadi budaya bangsa barat sejak abad ke 19, sama halnya dengan Indonesia yang mengetuk kayu sambil berkata "amit-amit jabang bayi". Di barat mereka biasa melakukannya sambil menyebut " Knock on wood" Dengan begitu mereka bisa mendapatkan keberuntungan atau terhindar dari kesialan. 

Meski dipercaya banyak orang dari berbagai kebudayaan tapi asal-usul nya belum dapat ditentukan. Di kebudayaan barat sendiri ada beberapa versi mengenai asal-usul knock on wood ini. Seperti pada abad ke 19 di kebudayaan pagan kuno yang mempercayai para dewa dan roh leluhur bersemayam dalam pohon, dengan begitu ketika mengetuk kayu mereka akan membangunkan roh leluhur dan dewa untuk meminta perlindungan.

Sementara orang Kristen melakukan itu karena Yesus disalib menggunakan kayu. Beberapa juga berpendapat mengetuk kayu saat membicarakan hal buruk untuk menghalau pendengaran mereka dari apa yang mereka katakan.


Berikut adalah enam takhayul terpopuler dari banyaknya takhayul yang dipercayai orang Amerika, pastinya masih ada banyak lagi yang belum bisa terangkum. Belajar dari sejarah asal-usul takhayul yang ada diatas kita bisa mengetahui bahwa para leluhur meninggal sebuah pelajaran dan peringatan untuk lebih hati-hati dalam menjalani hidup. Mempercayai takhayul di era modern merupakan sebuah pilihan, mengingat hanya Tuhan lah yang memegang atas nasib sial dan keberuntungan kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna di Balik Lilin Ulang Tahun: Tradisi, Simbolisme, dan Sejarahnya

Tomino's Hell: Puisi Terkutuk yang Dapat Merenggut Nyawa Para Pembacanya

Cerpen: Gaun Merah Maria